37 Siswa dan Guru di Timor Tengah Selatan Diduga Keracunan MBG
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
JAKARTA- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) terkait penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi akan segera diterbitkan pada bulan Desember 2024. Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (4/12), Amran menyatakan bahwa rancangan Perpres tersebut telah selesai disusun dan mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo.
“Perpres sudah selesai, insya Allah bulan ini terbit, bisa satu sampai dua minggu lagi,” kata Amran. Menurutnya, Presiden Joko Widodo telah menyetujui rancangan tersebut, dan ia memastikan bahwa tidak ada kendala lagi dalam proses penerbitannya.Perpres ini bertujuan untuk menyederhanakan proses distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini melalui beberapa tahap, termasuk surat keputusan dari gubernur dan bupati/wali kota. Dengan terbitnya peraturan baru ini, distribusi pupuk akan menjadi lebih langsung, tanpa melalui tingkat provinsi atau daerah. Amran menambahkan, sistem yang ada saat ini akan digantikan dengan prosedur yang lebih efisien dan langsung ke kelompok petani yang membutuhkan.
“Enggak main provinsi, kelompok petani di mana di situ ada gudang, langsung,” ujar Amran.Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memangkas birokrasi dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan (Zulhas), sebelumnya menyatakan bahwa Kementerian Pertanian akan menjadi lembaga yang bertanggung jawab penuh atas distribusi pupuk bersubsidi. Ke depannya, Kementerian Pertanian akan mengeluarkan surat keputusan terkait penyaluran pupuk, menggantikan peran yang sebelumnya dipegang oleh bupati dan gubernur.
Zulhas menambahkan, selama ini terdapat delapan kementerian yang terlibat dalam distribusi pupuk subsidi, yang membuat prosesnya kurang efisien. Dengan adanya kebijakan baru ini, diharapkan distribusi pupuk dapat lebih tepat sasaran dan cepat sampai ke petani. Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) juga akan berperan penting dalam memastikan bahwa pupuk bersubsidi sampai ke tangan petani dengan tepat.”Saat ini kita ingin memangkas jalur distribusi pupuk agar lebih terfokus dan efisien, melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, dan Gapoktan sebagai mitra utama,” ungkap Zulhas.
Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat proses distribusi pupuk yang sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian, serta menjamin agar petani dapat memperoleh pupuk dengan harga yang lebih terjangkau. Keputusan ini juga merupakan langkah strategis untuk mendukung swasembada pangan nasional yang terus digalakkan pemerintah.Penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi diharapkan dapat mengurangi potensi penyalahgunaan alokasi pupuk yang kerap terjadi akibat banyaknya pihak yang terlibat dalam proses distribusinya. Dengan pengelolaan yang lebih terpusat dan terorganisir, pemerintah berharap dapat mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik dan mendukung kesejahteraan petani Indonesia.
(JOHANSIRAIT)
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian infrastruktur jalan. Ia mengimbau para pengusa
PEMERINTAHAN
BANTEN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Ba
NASIONAL
JAKATA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklarifikasi polemik rencana penentuan status aktivis HAM oleh tim asesor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 23 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa tr
EKONOMI
JAKARTA Mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin, melaporkan balik asisten rumah tangganya berinisial HW ke Po
ENTERTAINMENT
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belawan menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Aditya Ramdani dalam perkara peredaran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pernyataan dalam p
NASIONAL
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh meminta Pemerintah Aceh mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasa
PEMERINTAHAN