Prabowo Ancam Cabut Seluruh Izin Korporasi yang Terlibat Karhutla: Saya Tidak Main-Main!
PEKANBARU Presiden Prabowo Subianto mengancam akan mencabut seluruh izin korporasi yang terbukti atau terindikasi terlibat dalam kebakar
NASIONAL
JAKARTA - Kisah keteladanan Khalifah Umar bin Khattab RA kembali menginspirasi umat Islam tentang pentingnya hidup sederhana dan menjauhi kemewahan dunia.
Dalam sebuah riwayat yang dikisahkan oleh A.R. Shohibul Ulum dalam buku "Umar bin Khattab: 30 Hari Memahami Teladan Sang Singa Berhati Pualam", disebutkan bahwa Umar RA menolak tawaran kenaikan gaji sebagai seorang pemimpin umat Islam, meski gajinya saat itu terbilang jauh dari cukup.
Gaji Kecil, Tetap Bersabar
Usai menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA sebagai khalifah, Umar RA menerima gaji dalam jumlah yang sama dengan pendahulunya. Seiring waktu dan naiknya kebutuhan pokok, para sahabat Rasulullah SAW sepakat untuk mengusulkan tunjangan tambahan dari baitul mal bagi sang khalifah.
Namun karena takut akan kemarahan Umar RA, mereka meminta Hafshah—putri Umar sekaligus istri Nabi Muhammad SAW—untuk menyampaikan usulan tersebut tanpa menyebut nama-nama pengusulnya.
Reaksi Tegas Umar RA
Ketika Hafshah menyampaikan usulan tersebut, Umar bin Khattab RA marah dan menolak tegas. Beliau kemudian meminta Hafshah untuk menceritakan kehidupan Rasulullah SAW semasa hidupnya.
"Putriku Hafshah, demi Allah tolong ceritakan kepadaku, ketika Rasulullah SAW masih hidup, bagaimanakah pakaian dan makanan beliau?" tanya Umar RA.
Hafshah menjawab, Rasulullah SAW hanya memiliki dua pakaian dan sepotong jubah lusuh untuk menerima tamu. Makanan beliau pun sangat sederhana: roti keras yang harus dicelup air sebelum dimakan. Bahkan, Rasulullah SAW tidak memiliki kasur, hanya selimut yang digunakan bergantian sebagai alas dan selimut.
Lebih Memilih Akhirat
Setelah mendengar penjelasan tersebut, Umar RA menyampaikan ketegasannya:
"Aku, Abu Bakar, dan Rasulullah SAW adalah tiga musafir menuju cita-cita yang sama. Rasulullah telah sampai, Abu Bakar menyusulnya, dan aku harus menempuh jalan yang sama jika ingin berkumpul bersama mereka. Katakan kepada para sahabat yang mengusulkan kenaikan gajiku: Umar bin Al-Khaththab lebih memilih berkecukupan di akhirat daripada bermewah-mewah di dunia yang fana ini."
PEKANBARU Presiden Prabowo Subianto mengancam akan mencabut seluruh izin korporasi yang terbukti atau terindikasi terlibat dalam kebakar
NASIONAL
JAKARTA Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menegaskan tidak ada aturan yang secara khusus melarang kadet perempuan Universitas Pertahana
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Presiden Prabowo Subianto memberhentikan M Nasir dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh. Pemberhentian terseb
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan organisasinya masih memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subia
POLITIK
BANDA ACEH Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh mengungkap dugaan tindak pidana penggelapan yang melibatkan seorang pemuda berini
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menyebut mayoritas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) y
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoe
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA iPhone Ultra yang diyakini sebagai smartphone lipat pertama Apple disebut telah digunakan oleh sejumlah orang sebelum peluncuran
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 23 Agustu
NASIONAL