Refly Harun Desak Polda Metro Hentikan Perkara Roy Suryo Cs, Sebut Tak Layak Ditindaklanjuti
JAKARTA Koordinator Tim Hukum Troya, Refly Harun, mendesak Polda Metro Jaya untuk menghentikan penanganan perkara yang menyeret kliennya
NASIONAL
BITVONLINE.COM– Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pengungsian akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (14/11). Dalam peninjauannya, Gibran menekankan pentingnya penanganan kesehatan para pengungsi selama masa tanggap darurat, serta proses relokasi yang harus berjalan cepat dan tepat.
Kawasan Flores, terutama daerah sekitar Gunung Lewotobi, telah dilanda erupsi hebat yang memaksa ribuan warga untuk mengungsi. Saat ini, status tanggap darurat masih berlaku, dan berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran menyampaikan dua poin utama terkait kondisi para pengungsi. Pertama, ia menekankan pentingnya memastikan distribusi bantuan makanan yang cukup selama masa tanggap darurat, dengan perhatian khusus pada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia, difabel, serta anak-anak.
“Saya ingin memastikan bahwa selama masa darurat ini, makanan yang diberikan cukup untuk semua pengungsi, dan khususnya untuk kelompok-kelompok yang lebih rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia, difabel, dan anak-anak,” ungkap Gibran dalam keterangannya.
Selain itu, Gibran juga mengingatkan agar tidak ada penyakit-penyakit yang muncul di tempat pengungsian. Ia menegaskan pentingnya pengelolaan sanitasi dan akses kesehatan yang memadai untuk mencegah wabah penyakit yang dapat memperburuk kondisi para pengungsi yang sudah berada dalam keadaan sulit.
“Pastikan tidak ada penyakit yang muncul selama masa-masa pengungsian ini. Kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan di tempat pengungsian,” tambah Gibran.
Selanjutnya, Gibran menyoroti masalah relokasi pengungsi yang menjadi salah satu isu penting pasca-erupsi. Ia menyatakan bahwa proses asesmen masih terus dilakukan untuk menentukan lokasi-lokasi relokasi yang tepat bagi para pengungsi yang rumahnya terdampak erupsi. Gibran menekankan pentingnya dialog dengan warga setempat sebelum menentukan lokasi relokasi.
“Yang paling penting adalah proses relokasi yang nanti masih dalam survei beberapa tempat. Pastikan dalam menentukan titik lokasi yang baru ini untuk lebih dulu berdialog dengan warga,” ujar Gibran.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pemborosan atau pembangunan yang sia-sia. Gibran ingin memastikan bahwa tempat-tempat yang dibangun sebagai lokasi relokasi nantinya benar-benar dapat dihuni oleh pengungsi dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Jangan sampai nanti sudah dibangun, tetapi tempatnya tidak ditinggali. Pastikan juga bahwa fasilitas umum di lokasi baru tersebut sudah siap untuk digunakan oleh warga,” lanjutnya.
Selain masalah relokasi, Gibran juga menekankan pentingnya percepatan dalam proses asesmen terhadap pengungsi. Ia mengingatkan bahwa warga saat ini sudah berada dalam kondisi yang sangat sulit, dan birokrasi yang berbelit-belit hanya akan memperburuk keadaan mereka.
“Warga yang ada di pengungsian ini sudah dalam keadaan sulit, jadi birokrasinya jangan dipersulit lagi dengan proses-proses asesmen yang berbelit-belit,” kata Gibran.
Menurutnya, prioritas utama adalah segera memberikan bantuan yang dibutuhkan dan mempercepat proses relokasi agar para pengungsi dapat segera kembali hidup layak.
“Kita ingin cepat, kita ingin sekali lagi memprioritaskan warga-warga yang kesusahan yang ada di sini,” tegas Gibran.
Kunjungan Wakil Presiden ini menandakan komitmen pemerintah untuk terus memperhatikan kondisi pengungsi di Flores. Pemerintah daerah, bersama dengan berbagai pihak terkait, diminta untuk bekerja sama dalam menangani krisis ini secara cepat dan efisien. Proses relokasi yang tepat dan bantuan yang memadai sangat diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi dan memulihkan kehidupan mereka pasca-erupsi.
Gibran juga mendorong semua pihak untuk terus memantau situasi di lapangan dan memastikan agar kebutuhan dasar pengungsi, seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal yang layak, dapat dipenuhi tanpa kendala.
(JOHANSIRAIT)
JAKARTA Koordinator Tim Hukum Troya, Refly Harun, mendesak Polda Metro Jaya untuk menghentikan penanganan perkara yang menyeret kliennya
NASIONAL
JAKARTA Tim hukum Troya (Tifa and Roy&039s Advocate) berencana melaporkan Wakil Ketua Peradi Bersatu, Lechumanan ke pihak kepolisian.
NASIONAL
JAKARTA Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menegaskan bahwa misi kemanusiaan untuk Gaza tidak akan berhenti meski sembilan relawan war
INTERNASIONAL
JAKARTA Pemerintah menyatakan kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan saat krisis
EKONOMI
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyoroti kinerja sejumlah pejabat di lingkungan kementeriannya yang dinilai menyebabk
PEMERINTAHAN
JAKARTA PT PLN (Persero) mengungkap penyebab gangguan listrik yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2
NASIONAL
BANDA ACEH Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh memeriksa sebanyak 15 saksi terkait kasus kebakaran dan pengrusakan yang terjadi
HUKUM DAN KRIMINAL
SUMATRA UTARA Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Utara pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Peristiwa yang terjadi se
PERISTIWA
DENPASAR TNI Angkatan Darat (AD) menyatakan kesiapan penuh mendukung pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Provinsi Bali. Duk
NASIONAL
MEDAN Dekranasda Kota Medan bersama PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo Indonesia) bersinergi memperkuat ekosistem Usaha Mikro Kecil dan
EKONOMI