BREAKING NEWS
Jumat, 22 Mei 2026

TNI AD Siap Sulap Sampah Bali Jadi Energi, Proyek PSEL Dikebut hingga 2027

gusWedha - Jumat, 22 Mei 2026 22:38 WIB
TNI AD Siap Sulap Sampah Bali Jadi Energi, Proyek PSEL Dikebut hingga 2027
KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Jumat (22/5/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR TNI Angkatan Darat (AD) menyatakan kesiapan penuh mendukung pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Provinsi Bali. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan teknologi pirolisis ramah lingkungan yang diproyeksikan mulai beroperasi pada 2027.

Komitmen itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Jumat (22/5/2026). Dalam agenda tersebut, KASAD didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto serta sejumlah pejabat TNI AD dan kementerian terkait.

Rapat koordinasi itu turut dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster, jajaran Forkopimda, pemerintah daerah hingga instansi lingkungan hidup guna membahas percepatan proyek pengelolaan sampah modern di Pulau Dewata.

Baca Juga:

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan persoalan sampah kini menjadi tantangan serius bagi Bali sebagai destinasi wisata dunia. Menurutnya, peningkatan volume sampah dari rumah tangga dan sektor pariwisata harus diimbangi sistem pengelolaan modern dan berkelanjutan.

"Pembangunan PSEL harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan masyarakat sekitar. Pengelolaan sampah dari sumber rumah tangga juga terus kami dorong," ujar Koster.

Dalam paparannya, proyek PSEL Bali saat ini masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2027. Pemerintah berharap proyek tersebut mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi volume sampah sekaligus mendukung ketahanan energi daerah.

Sementara itu, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan TNI AD siap mendukung pengolahan sampah menggunakan teknologi pirolisis yang dinilai lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan.

Menurutnya, metode tersebut memiliki sejumlah keunggulan seperti tanpa emisi terbuka, tidak membutuhkan subsidi pemerintah, serta mampu menghasilkan bahan bakar terbarukan dari limbah sampah.

"TNI AD siap membantu sistem pengambilan dan pengelolaan sampah agar persoalan sampah di Bali bisa ditangani secara terpadu," kata Maruli.

Ia juga menjelaskan proyek tersebut membutuhkan dukungan lahan sekitar lima hektare untuk kapasitas pengolahan hingga 100 ton sampah per hari. Selain itu, diperlukan kerja sama jangka panjang dan dukungan regulasi agar program berjalan maksimal.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI turut memaparkan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019.

Sampah organik disebut dapat diolah menjadi kompos, pupuk cair hingga budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF), sementara teknologi PSEL dan pirolisis diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang selama ini menjadi sorotan.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemkab Batu Bara Tegaskan Transformasi Batra Berjaya Demi Penguatan BUMD dan Peningkatan PAD
DPRD Batu Bara Gelar Rapat Paripurna, Seluruh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Ranperda Perseroda Batra Berjaya
Bobby Nasution Siapkan PSEL Medan Raya, Sampah Diolah Jadi Listrik 15 MW
Bupati Tanjab Timur Sidak RSUD Nurdin Hamzah, Soroti Ketiadaan Satpam dan Lambatnya Layanan Obat
Demi Biaya Berobat Orang Tua, Satpam di Medan Nekat Curi Harta Tetangga Kos
Medan Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik, Pemko Matangkan Proyek PSEL Batch 2
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru