Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmû' Syarah Al-Muhadzdzab mencatat bahwa kewajiban puasa Ramadan diturunkan pada bulan Syaban tahun ke-2 Hijriah.
Peristiwa ini menandai awal diberlakukannya salah satu rukun Islam yang paling utama.
Dengan demikian, Syaban menjadi bulan pengantar lahirnya kemuliaan Ramadan.
Peralihan Arah Kiblat
Peristiwa penting lainnya adalah peralihan arah kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram. Perintah ini termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 144.
Al-Qurthubi dalam Al-Jami' li Ahkâmil Qur'an mengutip pendapat Abu Hatim Al-Basti yang menyebut peristiwa tersebut terjadi pada malam Selasa di bulan Syaban, bertepatan dengan Nisfu Syaban.
Peralihan kiblat ini menegaskan esensi tauhid: umat Islam menyembah Allah SWT, bukan arah atau bangunan tertentu.
Tiga peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Syaban bukan sekadar bulan peralihan, melainkan bulan sarat nilai sejarah dan spiritual.
Karena itu, umat Islam dianjurkan mengisinya dengan peningkatan kualitas ibadah, memperbanyak sholawat, serta mempersiapkan diri secara fisik dan batin menyambut Ramadan.*