Nyaris Sepertiga Anggaran Pendidikan 2027 Rp820,9 Triliun Mengalir ke Program MBG
JAKARTA Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RA
EKONOMI
JAKARTA - Dalam ajaran Islam, dikenal adanya penyakit yang tidak kasatmata namun diyakini dapat memberi dampak pada seseorang, yakni penyakit ain.
Dalam sejumlah literatur keislaman, penyakit ini dipahami sebagai dampak dari pandangan mata yang disertai rasa kagum berlebihan tanpa mengingat Allah SWT, atau pandangan yang dilandasi rasa iri dan dengki.
Secara bahasa, ain berasal dari kata Arab yang berarti "melihat".Baca Juga:
Dalam konteks istilah, ain merujuk pada pandangan seseorang yang disertai hasad (kedengkian) sehingga dapat menimbulkan mudarat pada orang yang dilihat.
Pandangan tersebut tidak selalu menimbulkan dampak, namun dalam keyakinan Islam, dapat menjadi sebab terjadinya gangguan pada orang yang menjadi sasaran pandangan tersebut.
Sejumlah ulama, termasuk Ibnul Qayyim, menjelaskan bahwa ain bersumber dari jiwa yang tidak bersih dan dapat memengaruhi objek yang dilihat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menegaskan bahwa ain adalah sesuatu yang nyata dan dapat berdampak pada manusia.
Dalam pandangan sebagian ulama, terdapat sejumlah gejala yang kerap dikaitkan dengan seseorang yang diduga terkena ain, apabila tidak ditemukan penyebab medis.
Di antaranya sakit kepala yang berpindah-pindah, wajah pucat, mudah berkeringat, nafsu makan menurun, rasa lemas, gangguan tidur, hingga perasaan cemas atau tertekan tanpa sebab yang jelas.
Selain itu, gejala lain yang juga disebutkan meliputi detak jantung tidak teratur, rasa nyeri yang berpindah pada tubuh, kecenderungan menyendiri, serta kondisi emosional yang tidak stabil.
Untuk mencegah dampak yang dikaitkan dengan ain, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dan doa perlindungan kepada Allah SWT, serta membaca doa keberkahan ketika melihat sesuatu yang mengagumkan.
Salah satu doa yang diajarkan adalah memohon keberkahan agar hal yang dikagumi tidak menimbulkan mudarat bagi diri orang lain.
Selain itu, menjaga sikap rendah hati dan tidak berlebihan dalam menampilkan sesuatu yang dapat memicu kekaguman juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dalam ajaran Islam.
Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan untuk anak-anak agar terhindar dari gangguan, termasuk dari pandangan yang membawa mudarat.
Pemahaman mengenai ain dalam Islam menjadi bagian dari ikhtiar spiritual umat untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak terlihat namun diyakini memiliki dampak dalam kehidupan sehari-hari.*
(d/ad)
JAKARTA Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RA
EKONOMI
BANDA ACEH Polda Aceh bersama TNI menggelar apel kesiapan pengamanan peringatan Hari Damai Aceh 2026 di depan Masjid Raya Baiturrahman,
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh membagikan 6.000 bendera Merah Putih kepada masyarakat untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyaksikan penyampaian pidato Presiden RI Prabowo Subianto terkait R
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyaks
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti menjelaskan rencana pembelajaran bahasa asing sejak kelas
NASIONAL
JAKARTA Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej mengungkapkan pemerintah tengah menyusun Rancangan U
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) P
PEMERINTAHAN
PESISIR SELATAN Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan permanen
NASIONAL
ACEH TAMIANG Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat koordinasi dengan Pemer
NASIONAL