BREAKING NEWS
Selasa, 19 Mei 2026

MUI Tegaskan Hewan Kurban Boleh Jantan atau Betina, Ini Penjelasannya

Adelia Syafitri - Selasa, 19 Mei 2026 08:01 WIB
MUI Tegaskan Hewan Kurban Boleh Jantan atau Betina, Ini Penjelasannya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, menegaskan bahwa umat Islam diperbolehkan memilih hewan kurban, baik jantan maupun betina, selama memenuhi syarat syariat seperti jenis hewan, usia, kondisi fisik, dan kesehatannya.

Ia menekankan bahwa tidak ada ketentuan wajib dalam Islam yang mengharuskan hewan kurban harus jantan.

Baca Juga:
Namun, dalam praktik dan sejumlah pandangan ulama, hewan jantan dinilai lebih utama untuk dijadikan kurban.

"Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserahdirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah)," demikian merujuk pada makna QS Al-Hajj ayat 34, yang menyebut bahwa setiap umat telah disyariatkan penyembelihan agar menyebut nama Allah atas rezeki hewan ternak yang diberikan.

Anjuran memilih hewan jantan

Dalam sejumlah riwayat hadits, Rasulullah SAW disebut lebih sering berkurban dengan hewan jantan.

Salah satunya hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebut Nabi berkurban dengan dua ekor kambing jantan bertanduk.

Sejumlah ulama seperti Imam Nawawi dalam mazhab Syafi'i menyatakan bahwa berkurban dengan hewan jantan lebih utama dibanding betina.

Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Ibnul 'Arabi yang menilai hewan jantan lebih afdal untuk ibadah kurban.

Selain aspek keutamaan ibadah, faktor ekonomi juga kerap menjadi pertimbangan.

Hewan jantan umumnya memiliki harga lebih tinggi sehingga dinilai lebih mencerminkan nilai pengorbanan dalam ibadah kurban.

Pertimbangan peternakan

Dari sisi peternakan, pemilihan hewan jantan juga disebut berkontribusi terhadap stabilitas populasi ternak.

Hewan betina dinilai memiliki fungsi reproduksi yang penting sehingga lebih bermanfaat jika tidak dipotong dalam jumlah besar.

Pada kambing dan domba, usia produktif berkisar 10–12 bulan untuk masa kawin, dengan siklus kehamilan hingga kelahiran sekitar tujuh bulan.

Sementara sapi dan kerbau memasuki usia produktif pada 1–2 tahun dengan masa kebuntingan sekitar satu tahun.

Baca Juga:

Dengan pertimbangan tersebut, hewan jantan yang telah melewati fase produktif kerap direkomendasikan sebagai pilihan kurban.*


(d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Eks Menag Ad Interim Era Jokowi Muhadjir Effendy Dipanggil KPK Terkait Skandal Kuota Haji 2023–2024
Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Puasa Sunnah Zulhijah 2026 Jelang Idul Adha
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Adha 1447 H Hari Ini, 88 Titik Pantau Hilal Disiapkan
Penutupan MTQ XIX, Bupati Baharuddin Ajak Masyarakat Islam Memuliakan Al-Quran
Sejarah dan Dinamika Pemikiran Islam: Dari Antropologi Agama hingga Makna Tauhid dalam Ibadah
12 Calon Haji Asal Sumut Gagal Berangkat ke Tanah Suci karena Sakit
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru