Jokowi Keliling Indonesia Mulai Juni 2026, Pengamat: Ahli Pencitraan
JAKARTA Pengamat komunikasi politik sekaligus Direktur Utama Lembaga Survei KedaiKopi, Hendri Satrio, menilai rencana mantan Presiden Jo
POLITIK
BANDA ACEH — Momentum Idul Adha tidak semata-mata dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban.
Lebih dari itu, umat Islam diajak untuk menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang masih bercokol dalam diri demi meraih derajat takwa di hadapan Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Ustaz Hermansyah Adnan, S.Ag., M.Sos dalam Pengajian Rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Banda Aceh, Ahad, 31 Mei 2026.Baca Juga:
Dalam ceramahnya, Hermansyah menegaskan bahwa esensi kurban bukan terletak pada darah maupun daging hewan yang disembelih, melainkan pada ketakwaan yang tumbuh dalam diri seorang muslim.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 37 yang menegaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging dan darah hewan kurban, melainkan ketakwaan orang yang berkurban.
"Sesungguhnya kurban bukan hanya tentang menyembelih kambing, sapi, atau unta. Yang lebih penting adalah menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang masih ada dalam diri kita," ujar Hermansyah di hadapan jamaah.
Menurut dia, manusia memiliki potensi kemuliaan sekaligus kehinaan. Allah SWT telah membekali manusia dengan akal, hati, dan petunjuk wahyu agar mampu mengendalikan hawa nafsu.
Namun, ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai nafsu, derajatnya dapat jatuh lebih rendah daripada binatang.
Hermansyah mengutip Surah Al-A'raf ayat 179 yang menjelaskan bahwa sebagian manusia memiliki hati, mata, dan telinga tetapi tidak digunakan untuk memahami, melihat, dan mendengar kebenaran.
"Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi, karena manusia diberi akal dan petunjuk, tetapi memilih mengikuti hawa nafsunya," katanya.
Dalam tausiyah tersebut, ia menguraikan sejumlah sifat kebinatangan yang harus "disembelih" pada momentum Idul Adha.
Pertama, sifat suka menyakiti dan melukai orang lain, baik melalui ucapan, tulisan, fitnah, maupun tindakan yang merugikan sesama.
Kedua, nafsu terhadap harta dan makanan tanpa memedulikan batas halal dan haram.
Menurutnya, berbagai praktik seperti korupsi, suap, riba, dan penipuan lahir dari ketidakmampuan mengendalikan nafsu duniawi.
Ketiga, syahwat yang tidak terkendali. Ia mengingatkan bahwa syahwat merupakan anugerah Allah SWT yang harus disalurkan sesuai tuntunan syariat, bukan diperturutkan secara bebas.
Keempat, lisan yang tidak terjaga. Hermansyah menilai banyak konflik keluarga, persahabatan, hingga perpecahan sosial bermula dari ucapan yang tidak terkendali.
"Jangan hanya menyembelih hewan kurban, tetapi sembelih juga lisan yang suka mencela, memfitnah, menggunjing, dan menyakiti orang lain," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan sekadar peristiwa penyembelihan, melainkan simbol kemenangan ketaatan atas ego dan hawa nafsu.
Menurut Hermansyah, umat Islam saat ini dituntut untuk mengorbankan kesombongan, keserakahan, kedengkian, kemarahan, kecintaan berlebihan terhadap dunia, serta berbagai sifat buruk lainnya yang menjauhkan manusia dari Allah SWT.
"Jangan sampai kambing yang mati, tetapi kesombongan tetap hidup. Jangan sampai sapi yang disembelih, tetapi keserakahan tetap tumbuh. Jangan sampai darah kurban mengalir, tetapi hawa nafsu tetap berkuasa," katanya.
Menutup tausiyahnya, Hermansyah mengajak jamaah menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan memperbaiki akhlak.
"Sebab yang sampai kepada Allah bukan darah dan daging kurban kita, melainkan ketakwaan yang tumbuh dalam hati," tuturnya.*
(ad)
JAKARTA Pengamat komunikasi politik sekaligus Direktur Utama Lembaga Survei KedaiKopi, Hendri Satrio, menilai rencana mantan Presiden Jo
POLITIK
JAKARTA Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjelaskan penyebab sejumlah jemaah haji asal Bangkalan yang tergabung dalam Kelompok Ter
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyoroti kesiapan tenaga pendidik dalam rencana pemerintah memperluas pembelajaran Bah
NASIONAL
MAGELANG Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meminta para alumni SMA Taruna Nusantara untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar ma
NASIONAL
MEDAN Satreskrim Polrestabes Medan mengungkap modus penjualan ratusan sepeda motor tanpa dokumen resmi yang ditemukan di delapan gudang
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda bersenjata tajam menggemparkan warga Kecamatan Tanjung Tiram, Kabu
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas d
NASIONAL
CIREBON Seorang mantan calon anggota legislatif (caleg) di Kota Cirebon berinisial H (43) diduga melakukan pemerasan dan eksploitasi sek
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia memperketat kewaspadaan di seluruh pintu masuk negara menyusul penetapan wabah Ebola di Republik Demokratik
KESEHATAN
JAKARTA Pemerintah kini memiliki kewenangan untuk membekukan atau menangguhkan ekspor minyak bumi hasil produksi dalam negeri apabila kond
EKONOMI