Bukan Cuma Hadir Saat Ada Masalah, LKBH AMPI Binjai Diminta Aktif Edukasi Hukum Warga Sehari-hari
BINJAI Ali Ibsan dilantik sebagai Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Bin
NASIONAL
BANDA ACEH — Momentum Idul Adha tidak semata-mata dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban.
Lebih dari itu, umat Islam diajak untuk menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang masih bercokol dalam diri demi meraih derajat takwa di hadapan Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Ustaz Hermansyah Adnan, S.Ag., M.Sos dalam Pengajian Rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Banda Aceh, Ahad, 31 Mei 2026.Baca Juga:
Dalam ceramahnya, Hermansyah menegaskan bahwa esensi kurban bukan terletak pada darah maupun daging hewan yang disembelih, melainkan pada ketakwaan yang tumbuh dalam diri seorang muslim.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 37 yang menegaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging dan darah hewan kurban, melainkan ketakwaan orang yang berkurban.
"Sesungguhnya kurban bukan hanya tentang menyembelih kambing, sapi, atau unta. Yang lebih penting adalah menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang masih ada dalam diri kita," ujar Hermansyah di hadapan jamaah.
Menurut dia, manusia memiliki potensi kemuliaan sekaligus kehinaan. Allah SWT telah membekali manusia dengan akal, hati, dan petunjuk wahyu agar mampu mengendalikan hawa nafsu.
Namun, ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai nafsu, derajatnya dapat jatuh lebih rendah daripada binatang.
Hermansyah mengutip Surah Al-A'raf ayat 179 yang menjelaskan bahwa sebagian manusia memiliki hati, mata, dan telinga tetapi tidak digunakan untuk memahami, melihat, dan mendengar kebenaran.
"Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi, karena manusia diberi akal dan petunjuk, tetapi memilih mengikuti hawa nafsunya," katanya.
Dalam tausiyah tersebut, ia menguraikan sejumlah sifat kebinatangan yang harus "disembelih" pada momentum Idul Adha.
Pertama, sifat suka menyakiti dan melukai orang lain, baik melalui ucapan, tulisan, fitnah, maupun tindakan yang merugikan sesama.
Kedua, nafsu terhadap harta dan makanan tanpa memedulikan batas halal dan haram.
Menurutnya, berbagai praktik seperti korupsi, suap, riba, dan penipuan lahir dari ketidakmampuan mengendalikan nafsu duniawi.
Ketiga, syahwat yang tidak terkendali. Ia mengingatkan bahwa syahwat merupakan anugerah Allah SWT yang harus disalurkan sesuai tuntunan syariat, bukan diperturutkan secara bebas.
Keempat, lisan yang tidak terjaga. Hermansyah menilai banyak konflik keluarga, persahabatan, hingga perpecahan sosial bermula dari ucapan yang tidak terkendali.
"Jangan hanya menyembelih hewan kurban, tetapi sembelih juga lisan yang suka mencela, memfitnah, menggunjing, dan menyakiti orang lain," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan sekadar peristiwa penyembelihan, melainkan simbol kemenangan ketaatan atas ego dan hawa nafsu.
Menurut Hermansyah, umat Islam saat ini dituntut untuk mengorbankan kesombongan, keserakahan, kedengkian, kemarahan, kecintaan berlebihan terhadap dunia, serta berbagai sifat buruk lainnya yang menjauhkan manusia dari Allah SWT.
"Jangan sampai kambing yang mati, tetapi kesombongan tetap hidup. Jangan sampai sapi yang disembelih, tetapi keserakahan tetap tumbuh. Jangan sampai darah kurban mengalir, tetapi hawa nafsu tetap berkuasa," katanya.
Menutup tausiyahnya, Hermansyah mengajak jamaah menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan memperbaiki akhlak.
"Sebab yang sampai kepada Allah bukan darah dan daging kurban kita, melainkan ketakwaan yang tumbuh dalam hati," tuturnya.*
(ad)
BINJAI Ali Ibsan dilantik sebagai Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Bin
NASIONAL
SUBULUSSALAM Hotnida Boang Manalu, 39, kembali memeluk Islam setelah sempat keluar dari agama tersebut pada 2024. Ia mengucapkan dua kalim
AGAMA
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto mengungkap pemerintah Indonesia menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF). Nilai pi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) dari Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBN
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah telah menutup 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak memberikan ke
EKONOMI
JOMBANG Ketua Panitia Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut Muktamar kali ini menjadi yang pertama Pr
NASIONAL
JOMBANG Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengaku memiliki banyak kecocokan
NASIONAL
BANJARMASIN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah delapan lokasi di Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terkait penge
NASIONAL
JOMBANG Ketua Panitia Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan perbedaan pendapat selama pelaksanaan m
NASIONAL
TANJUNG JABUNG TIMUR Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tanjung Jabung Timur membuka pendaftaran calon pimpinan untuk periode 20
PEMERINTAHAN