Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Kedua, nafsu terhadap harta dan makanan tanpa memedulikan batas halal dan haram.
Menurutnya, berbagai praktik seperti korupsi, suap, riba, dan penipuan lahir dari ketidakmampuan mengendalikan nafsu duniawi.
Ketiga, syahwat yang tidak terkendali. Ia mengingatkan bahwa syahwat merupakan anugerah Allah SWT yang harus disalurkan sesuai tuntunan syariat, bukan diperturutkan secara bebas.
Keempat, lisan yang tidak terjaga. Hermansyah menilai banyak konflik keluarga, persahabatan, hingga perpecahan sosial bermula dari ucapan yang tidak terkendali.
"Jangan hanya menyembelih hewan kurban, tetapi sembelih juga lisan yang suka mencela, memfitnah, menggunjing, dan menyakiti orang lain," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan sekadar peristiwa penyembelihan, melainkan simbol kemenangan ketaatan atas ego dan hawa nafsu.
Menurut Hermansyah, umat Islam saat ini dituntut untuk mengorbankan kesombongan, keserakahan, kedengkian, kemarahan, kecintaan berlebihan terhadap dunia, serta berbagai sifat buruk lainnya yang menjauhkan manusia dari Allah SWT.
"Jangan sampai kambing yang mati, tetapi kesombongan tetap hidup. Jangan sampai sapi yang disembelih, tetapi keserakahan tetap tumbuh. Jangan sampai darah kurban mengalir, tetapi hawa nafsu tetap berkuasa," katanya.
Menutup tausiyahnya, Hermansyah mengajak jamaah menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan memperbaiki akhlak.
"Sebab yang sampai kepada Allah bukan darah dan daging kurban kita, melainkan ketakwaan yang tumbuh dalam hati," tuturnya.*
(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.