BREAKING NEWS
Jumat, 05 Juni 2026

Nabi Ibrahim Mengajarkan Pemimpin untuk Mendoakan Rakyat, Bukan Menindas

T.Jamaluddin - Jumat, 05 Juni 2026 14:39 WIB
Nabi Ibrahim Mengajarkan Pemimpin untuk Mendoakan Rakyat, Bukan Menindas
Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MCL, MA. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESAR – Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MCL, MA, menyampaikan bahwa kepemimpinan Nabi Ibrahim AS memberikan perhatian besar terhadap keselamatan bangsa dan negara sebelum kepentingan pribadi maupun keluarga.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasanuddin dalam khutbah Jumat di Masjid Babul Iman, Lambheu, Keutapang, Kabupaten Aceh Besar, Jumat, 5 Juni 2026, bertepatan dengan 19 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Menurut Hasanuddin, hal itu tercermin dalam doa Nabi Ibrahim yang memohon agar negeri yang dipimpinnya senantiasa berada dalam kondisi aman dan masyarakatnya terhindar dari penyembahan berhala.

Baca Juga:

Ia mengutip firman Allah dalam Surah Ibrahim ayat 35: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala."

"Doa Nabi Ibrahim menunjukkan bahwa perhatian terhadap keamanan dan keberlangsungan sebuah negeri menjadi prioritas utama dalam kepemimpinan," kata Hasanuddin.

Ia menjelaskan bahwa unsur penting lainnya dalam kepemimpinan Nabi Ibrahim adalah ketauhidan.

Menurut dia, pemimpin dan rakyat sama-sama merupakan hamba Allah sehingga tata kelola kepemimpinan harus berlandaskan nilai-nilai keimanan.

Hasanuddin menilai kepemimpinan yang tidak berorientasi pada ketauhidan berpotensi menjauh dari prinsip-prinsip moral dan keadilan yang diajarkan agama.

Selain itu, ia menyebut kepemimpinan Nabi Ibrahim juga menempatkan kepentingan rakyat serta keberhasilan ibadah sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam pandangannya, pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung masyarakat menjalankan kewajiban keagamaan.

Menurut Hasanuddin, teladan Nabi Ibrahim juga terlihat dalam upaya mengajak masyarakat kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Ia menegaskan bahwa prinsip amar makruf nahi mungkar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kepemimpinan yang berorientasi pada nilai-nilai Islam.

Dalam khutbahnya, Hasanuddin juga menyinggung pendekatan Nabi Ibrahim terhadap masyarakat yang berbeda pandangan.

Menurut dia, Nabi Ibrahim lebih mengedepankan doa dan harapan agar masyarakat mengikuti jalan kebenaran, sementara urusan hidayah diserahkan kepada Allah.

"Tidak ada konsep penindasan terhadap rakyat dalam teladan kepemimpinan Nabi Ibrahim. Yang ditonjolkan adalah kasih sayang, keteladanan, dan ketaatan kepada Allah," ujarnya.

Hasanuddin menambahkan bahwa nilai-nilai kepemimpinan Nabi Ibrahim yang berlandaskan ketauhidan, kasih sayang, dan keadilan masih relevan untuk dijadikan inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Ia menilai penerapan nilai-nilai tersebut dapat menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan pemerintahan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat dan stabilitas negara.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bolehkah Polisi Jadi Anggota Ormas? DPR Usulkan Aturan Khusus dalam RUU Polri
1.015 Pelari dari 34 Negara Ramaikan Trail of The Kings by UTMB 2026 di Samosir
17 Sekolah di Aceh Tengah Masuk Zona Merah, Pemerintah Siapkan Relokasi
Mensos Gus Ipul: Tak Ada “Zona Aman” bagi Pelaku Korupsi, Akan Dikejar hingga Pensiun
Isu Reshuffle Kabinet Mengemuka, Istana Angkat Bicara
Bangkit dari Vakum! Koperasi Syariah Perintis Mart 2 Gelar RAT ke-14 di Tanjab Timur, Bahas Penguatan Usaha dan Ekspansi Bisnis
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru