BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

Jangan Langsung Beranjak, Ini Bacaan dan Doa Setelah Adzan Subuh

Adelia Syafitri - Sabtu, 15 Agustus 2026 08:32 WIB
Jangan Langsung Beranjak, Ini Bacaan dan Doa Setelah Adzan Subuh
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Mengumandangkan dan mendengarkan adzan merupakan salah satu momen penting dalam ibadah umat Islam.

Selain menjadi penanda masuknya waktu salat, waktu setelah adzan juga dapat dimanfaatkan umat Islam untuk berdoa dan berzikir.

Membaca doa maupun berzikir ketika mendengar panggilan muazin hukumnya sunnah.

Baca Juga:

Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menjelaskan bahwa setiap muslim disunnahkan menirukan lafaz yang diucapkan muazin.

Namun, terdapat beberapa bacaan khusus ketika muazin mengumandangkan lafaz tertentu, termasuk saat adzan Subuh.

Bacaan Menjawab Hayya 'Alal Falah

Ketika muazin mengumandangkan kalimat hayya 'alal falah yang berarti ajakan menuju kemenangan, umat Islam tidak dianjurkan menirukan lafaz tersebut.

Sebaliknya, disunnahkan membaca:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Lā haula wa lā quwwata illā billāh.

Artinya: "Tiada daya upaya dan kekuatan melainkan hanya dengan kehendak Allah."

Bacaan Saat Adzan Subuh

Adzan Subuh memiliki tambahan lafaz ash-shalatu khairum minan nawm yang berarti salat itu lebih baik daripada tidur.

Ketika mendengar lafaz tersebut, bacaan yang disunnahkan adalah:

صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ
Shadaqta wa bararta.

Artinya: "Engkau telah berkata benar dan engkau telah berbuat baik."

Bacaan Saat Mendengar Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah

Ketika muazin mengumandangkan persaksian kerasulan, asyhadu anna muhammadar rasuulullah, umat Islam dapat merespons dengan ucapan:

وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَسُوْلًا، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا
Wa ana asyhadu anna muhammadar rasuulullah, radhiitu billaahi rabbaa, wa bi muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama rasuulaan, wa bil islaami diinaa.

Artinya: "Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Nabi Muhammad SAW sebagai nabiku, dan agama Islam sebagai agamaku."

Bacaan Saat Iqamah

Setelah adzan, panggilan dilanjutkan dengan iqamah sebagai tanda salat berjemaah akan segera dimulai. Bacaan yang disunnahkan adalah:

أَقَامَهَا اللهُ وَأَدَامَهَا
Aqaamahallahu wa adaamahaa.

Artinya: "Semoga Allah menegakkan salat ini dan selalu melanggengkannya."

Doa Setelah Adzan

Setelah muazin selesai mengumandangkan adzan, umat Islam dianjurkan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu dapat dilanjutkan dengan doa setelah adzan.


Berikut doa yang populer dibaca setelah adzan:

اللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
Allâhumma Rabba hâdzihid-da'wati at-tâmmati, wash-shalâtil-qâimati, âti sayyidanâ Muhammadan al-wasîlata wal fadhîlah, wad-darajatar rafî'ah wab'atshu maqâman mahmûdan alladzî wa'adtah, innaka lâ tukhliful-mî'âd.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan salat yang tetap didirikan, karuniakanlah Nabi Muhammad tempat yang luhur (wasilah) dan kelebihan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan tempatkanlah beliau pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji."

Waktu antara Adzan dan Iqamah untuk Berdoa

Waktu antara adzan dan iqamah merupakan salah satu waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak tertolak doa antara adzan dan iqamah." (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, Ibnu Sunni, dan ulama hadits lainnya. Imam at-Tirmidzi menyatakan bahwa hadits ini berstatus hasan shahih).

Merujuk pada bab ad-Da'wat sebagaimana diterangkan Imam Nawawi melalui kitab al-Adzkar dari kitab Jami' at-Tirmidzi, para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai doa yang dapat dibaca.

Rasulullah SAW kemudian menganjurkan umatnya memohon keselamatan di dunia dan akhirat.

Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Bacaan latin: Allahumma innî as-alukal-'âfiyah fid-dunya wal-âkhirah.

Artinya: "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat."

Anjuran untuk berdoa setelah adzan juga disebutkan dalam riwayat Abdullah bin Amr bin Ash RA.

Dalam hadis tersebut, seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW karena menganggap para muazin memperoleh keutamaan lebih tinggi.

Rasulullah SAW kemudian bersabda:

"Bacalah sebagaimana yang mereka bacakan, jika (adzan) telah selesai, maka berdoalah niscaya Allah akan mengabulkannya." (HR. Abu Dawud).

Doa Khusus Setelah Adzan Subuh

Selain doa setelah adzan secara umum, umat Islam juga dapat membaca doa yang berkaitan dengan pergantian malam menuju fajar pada waktu Subuh.

اللَّهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ نَهَارِكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ لِي

Bacaan latin: Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du'aaika faghfir lii.

Artinya: "Ya Allah, ini adalah saat datangnya siang-Mu, perginya malam-Mu, dan terdengarnya suara doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku."

Dengan demikian, ketika mendengar adzan, umat Islam tidak hanya menjadikannya sebagai tanda masuk waktu salat.

Momen tersebut juga dapat diisi dengan menjawab panggilan muazin, membaca sholawat, berzikir, serta memperbanyak doa, khususnya pada waktu antara adzan dan iqamah.

Wallahu a'lam.* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dahsyatnya Sakaratul Maut, Umat Islam Diingatkan Perbanyak Amal Terbaik
Kenapa Disebut Doa Sapu Jagat? Ini Asal Sebutan dan Makna Doanya
Maulid Nabi 1448 H Kapan? Simak Tanggal dan Makna Peringatannya
Tanjungbalai Jadi Tuan Rumah Milad ke-64 Wanita Islam Sumut, Pemko Siap Dukung
Ingin Ruqyah Mandiri? Ini Bacaan dan Cara yang Dicontohkan Rasulullah SAW
Ketiduran hingga Lewat Waktu Salat, Apakah Harus Segera Qodho?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru