Wakapolda Aceh Sambut Kepala BGN Sudaryono, Tinjau Program MBG dan Lantik Pengurus HKTI Aceh
BANDA ACEH Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo menyambut kedatangan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan
NASIONAL
Bagi ulama yang membolehkan peringatan Maulid, momentum tersebut dapat dijadikan sarana untuk mengingat risalah Nabi Muhammad SAW, mempelajari perjalanan hidup beliau serta meneladani akhlaknya.
Hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Qatadah RA juga kerap dijadikan rujukan. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Senin merupakan hari beliau dilahirkan ketika ditanya mengenai alasan berpuasa pada hari tersebut.
"Itu adalah hari di mana aku dilahirkan."
Dari hadis tersebut, sebagian ulama berpandangan bahwa mengingat kelahiran Nabi dapat dilakukan melalui ibadah dan ungkapan syukur kepada Allah SWT.
Al-Qur'an juga menekankan pentingnya beriman, memuliakan dan mengikuti Rasulullah SAW. Salah satu ayat yang sering dikaitkan dengan hal tersebut adalah Surah Al-A'raf ayat 157.
Namun, peringatan Maulid Nabi juga mendapat kritik dari sebagian ulama. Mereka menilai tradisi tersebut tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in maupun empat imam mazhab.
Pandangan ini didasarkan antara lain pada catatan sejarah bahwa peringatan Maulid baru muncul beberapa abad setelah masa Rasulullah SAW. Sejumlah ulama juga mengkritisi praktik perayaan yang berkembang pada masa Dinasti Fatimiyyah karena dinilai memiliki latar belakang politik dan keagamaan tertentu.
Kelompok yang mengkritisi Maulid juga menekankan pentingnya mengikuti praktik generasi awal Islam sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan ibadah. Mereka mengingatkan agar kegiatan keagamaan tidak memasukkan unsur yang tidak memiliki dasar dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa sejarah dan hukum peringatan Maulid Nabi memiliki pembahasan yang cukup panjang di kalangan ulama. Ada kelompok yang membolehkannya selama diisi dengan kegiatan yang sesuai syariat, seperti selawat, sedekah, kajian dan amal kebaikan. Ada pula yang tidak membolehkannya karena tidak menemukan praktik tersebut pada generasi awal Islam.
Terlepas dari perbedaan tersebut, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada peringatan tahunan. Umat Islam dapat menjadikan momentum tersebut untuk mempelajari sirah, memperbaiki akhlak, memperbanyak selawat serta meneladani ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.* (d/dh)
BANDA ACEH Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo menyambut kedatangan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Kepolisian Daerah Sumatera Utara memperkuat kerja sama dalam pembera
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat mengira kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih meluas hingga ratusan r
NASIONAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi terbawah dalam daftar menteri dengan penilaian t
POLITIK
JAKARTA POCO dikabarkan tengah menyiapkan ponsel pintar baru dari seri X8, yakni POCO X8s. Perangkat ini kembali menjadi sorotan setelah
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Syahganda Nainggolan menyatakan Wakil Presiden Gibran Rakabumin
POLITIK
JAKARTA Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI akan mengkaji usulan pembentukan hak angket terkait polemik ijazah Wakil Presiden
HUKUM DAN KRIMINAL
PALANGKA RAYA Sejumlah pemuda di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mendesak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mundur dar
POLITIK
LABUHANBATU Video yang memperlihatkan dugaan penembakan dan penganiayaan terhadap seorang pria berinisial RA di perkebunan kelapa sawit
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah melakukan penyidikan selama enam bulan terhadap dugaan korupsi pengadaan laha
HUKUM DAN KRIMINAL