Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Tradisi Maulid di Aceh, kata dia, juga diisi dengan ceramah, pembacaan pujian kepada Rasulullah dan makan bersama. Dalam sejarah masyarakat Aceh, kegiatan tersebut menjadi momentum berkumpulnya keluarga besar, termasuk mereka yang merantau, untuk mempererat silaturahmi.
"Nilai Maulid yang sangat indah: kecintaan kepada Rasulullah diterjemahkan menjadi kecintaan kepada sesama manusia," demikian inti pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut.
Ali Abubakar kemudian mengingatkan agar kemeriahan Maulid tidak mengalahkan keteladanan. Ia mencontohkan jangan sampai sebuah kegiatan Maulid berlangsung di masjid, tetapi ketika waktu salat tiba sebagian peserta justru mengabaikan salat berjamaah.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah harus terlihat dalam perilaku, mulai dari kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran hingga keberanian membela kebenaran. Nilai-nilai tersebut juga harus diterapkan dalam keluarga, pekerjaan, kehidupan sosial dan kehidupan berbangsa.
Ia juga mengingatkan agar Maulid tidak berubah menjadi ajang perlombaan kemewahan. Memberi makanan dan berbagi kepada sesama merupakan hal baik, tetapi kegiatan tersebut jangan sampai berubah menjadi ajang pamer, perbandingan atau mengejar pujian.
Ali Abubakar mendorong agar semangat berbagi dalam Maulid diarahkan kepada kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas, seperti membantu fakir miskin, anak yatim, pendidikan, masjid dan dakwah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kemurnian tauhid dalam mencintai Rasulullah SAW. Menurutnya, memuliakan Nabi tidak berarti mengangkat beliau melampaui kedudukan yang Allah berikan.
Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW adalah manusia pilihan Allah, nabi dan rasul terakhir serta teladan terbaik, tetapi bukan Tuhan dan tidak boleh diberikan sifat-sifat ketuhanan.
Pada bagian akhir kajiannya, Ali Abubakar menyebut sejumlah bentuk kecintaan kepada Rasulullah yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya mengenal perjuangan dan akhlak Nabi, memperbanyak shalawat, mengikuti sunnah, menjaga salat, memperkuat silaturahmi, memperbanyak sedekah dan menjaga keikhlasan.
Ia mengatakan ukuran keberhasilan peringatan Maulid bukan pada seberapa meriah acaranya, melainkan sejauh mana kehidupan umat berubah setelah mengenal Rasulullah SAW.
Menurutnya, Maulid seharusnya mendorong umat menjadi lebih rajin salat, semakin jujur, menyayangi keluarga, peduli kepada fakir miskin dan anak yatim serta menjaga persaudaraan.
"Rasulullah SAW tidak datang hanya untuk dikenang. Beliau datang untuk diikuti. Beliau tidak hanya untuk dipuji. Beliau untuk diteladani," demikian pesan penutup kajian tersebut.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.