BREAKING NEWS
Sabtu, 12 September 2026

Beda Metode, Ini Potensi Perbedaan Awal Puasa 2027 antara Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU

Dharma - Jumat, 11 September 2026 21:30 WIB
Beda Metode, Ini Potensi Perbedaan Awal Puasa 2027 antara Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU
ilustrasi awal Ramadan. (Foto: Webneel)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Jadwal puasa Ramadan 2027 atau Ramadan 1448 Hijriah mulai dapat dipersiapkan umat Islam sejak jauh hari. Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1448 H pada Senin, 8 Februari 2027, sementara pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) belum menetapkan tanggal resminya.

Penetapan awal Ramadan oleh masing-masing pihak menggunakan metode yang berbeda. Muhammadiyah kini menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sedangkan pemerintah menggunakan hisab dan rukyat dengan kriteria MABIMS. Adapun NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU) yang dilengkapi pemantauan hilal.

Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, 1 Ramadan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027. Ramadan kemudian diperkirakan berlangsung selama 29 hari dan berakhir pada Senin, 8 Maret 2027.

Baca Juga:

Berikut jadwal puasa Ramadan 1448 H versi Muhammadiyah:

8 Februari 2027: 1 Ramadan 1448 H
9 Februari 2027: 2 Ramadan 1448 H
10 Februari 2027: 3 Ramadan 1448 H
11 Februari 2027: 4 Ramadan 1448 H
12 Februari 2027: 5 Ramadan 1448 H
13 Februari 2027: 6 Ramadan 1448 H
14 Februari 2027: 7 Ramadan 1448 H
15 Februari 2027: 8 Ramadan 1448 H
16 Februari 2027: 9 Ramadan 1448 H
17 Februari 2027: 10 Ramadan 1448 H
18 Februari 2027: 11 Ramadan 1448 H
19 Februari 2027: 12 Ramadan 1448 H
20 Februari 2027: 13 Ramadan 1448 H
21 Februari 2027: 14 Ramadan 1448 H
22 Februari 2027: 15 Ramadan 1448 H
23 Februari 2027: 16 Ramadan 1448 H
24 Februari 2027: 17 Ramadan 1448 H
25 Februari 2027: 18 Ramadan 1448 H
26 Februari 2027: 19 Ramadan 1448 H
27 Februari 2027: 20 Ramadan 1448 H
28 Februari 2027: 21 Ramadan 1448 H
1 Maret 2027: 22 Ramadan 1448 H
2 Maret 2027: 23 Ramadan 1448 H
3 Maret 2027: 24 Ramadan 1448 H
4 Maret 2027: 25 Ramadan 1448 H
5 Maret 2027: 26 Ramadan 1448 H
6 Maret 2027: 27 Ramadan 1448 H
7 Maret 2027: 28 Ramadan 1448 H
8 Maret 2027: 29 Ramadan 1448 H

Sementara itu, 1 Syawal 1448 H atau Hari Raya Idul Fitri versi Muhammadiyah ditetapkan pada Selasa, 9 Maret 2027.

Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tersebut berdasarkan KHGT dengan kriteria hisab hakiki kontemporer dan prinsip kesatuan matlak global.

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah belum menetapkan secara resmi kapan 1 Ramadan 1448 H. Pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyat dengan mengacu pada kriteria MABIMS.

Keputusan awal Ramadan nantinya akan ditetapkan melalui sidang isbat yang digelar pada 29 Syakban.

PBNU juga belum menetapkan tanggal awal Ramadan 1448 H/2027 M. NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU) yang tidak hanya mengandalkan perhitungan hisab, tetapi juga hasil rukyatul hilal.

Dengan metode tersebut, NU akan menentukan awal Ramadan berdasarkan hasil pemantauan hilal pada 29 Syakban, yang pelaksanaannya beriringan dengan proses penetapan pemerintah.

Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah tersebut memungkinkan adanya perbedaan tanggal awal puasa antara Muhammadiyah dengan pemerintah dan NU. Karena itu, umat Islam tetap perlu menunggu keputusan resmi masing-masing pihak menjelang Ramadan 1448 H.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PWM Muhammadiyah Aceh Gelar Rapimwil Secara Hybrid, Bahas Konsolidasi dan Program SatuMu
Viral Anak Disebut Tak Dapat Kamar di RSU Muhammadiyah Medan, Ini Penjelasan Dinkes
Bangkit Pascabanjir, PDM Aceh Utara Mulai Bangun Gedung Dakwah Muhammadiyah di Krueng Mane
Panggilan Kemanusiaan, Wakil Ketua MDMC Aceh Dr Aslinar Terbang ke Flores untuk Perkuat Tim Medis Korban Gempa NTT
Rangkul Pemuda Muhammadiyah, Wali Kota Tanjungbalai Siapkan Gebrakan Tangkal Hoaks dan Kebut Pembangunan Kota
Sampaikan Kajian Subuh di Banda Aceh, Prof Ali Abubakar Dorong Umat Jadikan Maulid Momentum Teladani Rasulullah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru