BREAKING NEWS
Minggu, 30 Agustus 2026

Sampaikan Kajian Subuh di Banda Aceh, Prof Ali Abubakar Dorong Umat Jadikan Maulid Momentum Teladani Rasulullah

T.Jamaluddin - Minggu, 30 Agustus 2026 09:17 WIB
Sampaikan Kajian Subuh di Banda Aceh, Prof Ali Abubakar Dorong Umat Jadikan Maulid Momentum Teladani Rasulullah
Prof. Dr. Ali Abubakar . MA Akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH - Ustaz Prof. Dr. Ali Abubakar, MA mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk membuktikan kecintaan kepada Rasulullah melalui keteladanan, akhlak, ibadah dan kepedulian sosial. Menurutnya, mencintai Rasulullah tidak cukup hanya dengan memuji atau merayakan kelahirannya, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Ali Abubakar dalam pengajian rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Banda Aceh, Minggu (30/8/2026). Ia menekankan bahwa Al-Qur'an menempatkan Rasulullah SAW sebagai teladan bagi umat manusia.

Ali Abubakar mengutip Surah Ali Imran ayat 31 yang menunjukkan bahwa kecintaan kepada Allah harus diwujudkan dengan mengikuti Rasulullah SAW. Karena itu, menurut dia, cinta kepada Nabi bukan sekadar perasaan, melainkan harus melahirkan ittiba' atau sikap mengikuti ajaran Rasulullah.

Baca Juga:

Ia menilai peringatan Maulid dapat memiliki nilai pendidikan yang besar apabila diisi dengan kegiatan yang mendorong umat mengenal Rasulullah lebih dekat, mempelajari sirah, memperbanyak shalawat, memperkuat silaturahmi, bersedekah dan kemudian menerapkan sunnah dalam kehidupan.

Namun, Ali Abubakar juga mengingatkan adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum dan bentuk pelaksanaan Maulid. Ia mengatakan tidak terdapat ayat Al-Qur'an atau hadis sahih yang secara khusus memerintahkan umat Islam mengadakan peringatan Maulid pada tanggal tertentu.

Menurutnya, sebagian ulama membolehkan Maulid sebagai kegiatan keagamaan selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Sementara ulama lainnya tidak membolehkannya karena Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan generasi awal Islam tidak menjadikannya sebagai perayaan keagamaan tahunan.

Ali Abubakar menilai perbedaan tersebut semestinya tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan. Hal yang perlu dijaga adalah bagaimana ekspresi kecintaan kepada Rasulullah tetap berada dalam koridor ajaran Islam.

Ia juga mengingatkan umat agar berhati-hati menggunakan sebuah kalimat yang kerap beredar dan disebut sebagai hadis mengenai keutamaan mengagungkan hari kelahiran Nabi. Menurutnya, kalimat tersebut tidak diketahui sumbernya dalam kitab hadis yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak semestinya disandarkan kepada Rasulullah SAW sebagai hadis.

Dalam kajian tersebut, Ali Abubakar turut membahas sejarah perkembangan tradisi Maulid. Ia menjelaskan bahwa perayaan Maulid dalam bentuk terorganisasi muncul beberapa abad setelah Rasulullah SAW wafat dan berkembang dalam berbagai konteks sosial, politik, dakwah dan keagamaan.

Ia menyebut catatan sejarah mengenai perayaan Maulid pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir. Dalam perkembangan berikutnya, tradisi tersebut juga tumbuh di lingkungan masyarakat Sunni, salah satunya melalui perayaan besar di Irbil pada awal abad ke-13 yang diselenggarakan Muẓaffar al-Din Kökbörü.

Menurut Ali Abubakar, sejarah tersebut menunjukkan bahwa tradisi Maulid berkembang dalam beragam bentuk. Karena itu, tradisi keagamaan tersebut perlu dipahami secara proporsional dan tidak dijadikan alasan untuk saling menilai atau menyalahkan.

Dalam konteks Aceh, Ali Abubakar menilai Maulid memiliki posisi yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang sosial untuk mempertemukan keluarga dan masyarakat.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sholawat Ibrahimiyah Wajib Dibaca dalam Sholat, Begini Tata Caranya
Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97: Gubernur Bobby Nasution Titip Pesan Moral bagi Remaja Sumut
Zulhas Sebut Fenomena #KaburAjaDulu Tanda Kecintaan Warga pada Indonesia
Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Kanwil Kemenkumham Sumut Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru