BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Pamitan Terakhir Mendikbud Nadiem Makarim: Pesan Merdeka Belajar Untuk Penerus di Ujung Puisi

BITVonline.com - Rabu, 11 September 2024 08:15 WIB
Pamitan Terakhir Mendikbud Nadiem Makarim: Pesan Merdeka Belajar Untuk Penerus di Ujung Puisi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim berpamitan dalam rapat kerja terakhirnya dengan Komisi X DPR RI pada Rabu, 11 September 2024. Dalam kesempatan ini, Nadiem menyampaikan salam perpisahan yang berbeda dari kebiasaan. Alih-alih membacakan pantun seperti banyak pejabat lainnya, ia memilih puisi untuk menyampaikan pesan yang mendalam tentang program unggulannya, Merdeka Belajar.

Rapat ini menjadi momen terakhir Nadiem bertatap muka dengan Komisi X DPR sebelum masa Kabinet Indonesia Maju berakhir pada 20 Oktober 2024. Dalam sambutannya, Nadiem menegaskan pentingnya melanjutkan program transformasi pendidikan yang telah digagas selama hampir lima tahun. Di akhir pidatonya, ia mengutarakan sebuah puisi penuh makna sebagai pesan kepada para penerusnya di Kementerian.

Puisi Pesan Merdeka Belajar

Puisi yang dibacakan Nadiem tidak hanya menjadi ungkapan perpisahan, tetapi juga mengandung pesan yang mengajak penerusnya untuk terus memperjuangkan konsep pendidikan yang inklusif dan mendorong kreativitas siswa. Nadiem menyampaikan bahwa program Merdeka Belajar adalah upaya untuk mengubah paradigma lama dalam sistem pendidikan, dari pendekatan yang menakutkan dan kaku menjadi lingkungan belajar yang penuh kreativitas dan inovasi.

“Bapak dan ibu, proses transformasi membutuhkan sabar. Hampir 5 tahun kami sibuk menanam akar, baru sekarang bunga perubahan terlihat mekar. Di tangan anda semua, saya titipkan Merdeka Belajar,” ujar Nadiem dalam salah satu bait puisinya.

Program Merdeka Belajar: Sebuah Warisan Penting

Program Merdeka Belajar yang menjadi warisan Nadiem selama menjabat sebagai Mendikbud Ristek ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih adaptif, berfokus pada pengembangan karakter siswa dan soft skills. Program ini dirancang untuk siswa SD hingga SMA dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan mengurangi tekanan dalam pembelajaran formal.

Dalam puisinya, Nadiem menyoroti bagaimana sistem pendidikan di masa lalu sering kali menakutkan bagi siswa, dengan tekanan yang besar untuk memenuhi standar birokrasi dan pendekatan kaku yang membatasi kreativitas. Melalui Merdeka Belajar, Nadiem berharap agar baik siswa maupun guru mendapatkan ruang untuk berkembang, berinovasi, dan menemukan potensi terbaik mereka.

Pamitan dengan Pesan yang Menggugah

Di akhir rapat, Nadiem mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Komisi X DPR yang telah menjadi mitra kerjanya selama lima tahun terakhir. Ia berharap program yang telah dijalankan dapat dilanjutkan dan dikembangkan lebih baik lagi oleh penerusnya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rapat ini pun ditutup dengan suasana haru, dengan para anggota Komisi X yang memberikan apresiasi atas dedikasi Nadiem selama menjabat sebagai Menteri. Nadiem juga menyempatkan berswafoto bersama anggota DPR sebagai kenang-kenangan dari momen perpisahannya tersebut.

Sebagai penutup, puisi yang dibacakan Nadiem Makarim bukan sekadar kata-kata perpisahan, tetapi juga pesan yang menyiratkan betapa pentingnya peran pendidikan dalam membentuk masa depan generasi bangsa. Dengan demikian, program Merdeka Belajar diharapkan menjadi warisan yang akan terus berkembang di tangan para pendidik dan pengambil kebijakan di masa yang akan datang.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru