37 Siswa dan Guru di Timor Tengah Selatan Diduga Keracunan MBG
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima penghargaan Agricola Medal dari Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) Qu Dongyu dalam sebuah upacara di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 30 Agustus 2024. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengungkapkan rasa syukurnya dan menyatakan bahwa penghargaan Agricola Medal ini diperuntukkan bagi seluruh petani dan masyarakat Indonesia yang telah berkontribusi aktif dalam sektor pertanian. “Penghargaan Agricola Medal ini kita persembahkan untuk seluruh petani, seluruh masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam sektor pertanian,” ujar Jokowi dengan penuh bangga.
Presiden Jokowi menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia yang telah berperan dalam memastikan ketahanan pangan negara. “Indonesia sangat menyadari pentingnya kedaulatan dan kemandirian pangan karena pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa ditunda dan tidak diabaikan,” tambah Jokowi.
Jokowi menjelaskan bahwa ketahanan pangan adalah prioritas utama pemerintah, dan Indonesia memiliki kewajiban untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat. Dalam pernyataannya, Jokowi juga memaparkan bahwa sektor pertanian Indonesia mampu menunjukkan ketangguhan meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk pandemi COVID-19. “Kami bersyukur sektor pertanian di Indonesia saat pandemi mampu tetap tumbuh 1,7 persen dan di tahun 2023 memberikan kontribusi 12,5 persen terhadap PDB nasional,” ujarnya.
Presiden Jokowi menambahkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan kerjasama seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan. “Semua itu tidak lepas dari peran serta seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan ketahanan kemandirian bangsa,” ungkapnya.
Agricola Medal adalah penghargaan bergengsi yang diberikan oleh FAO kepada pemimpin negara sebagai bentuk apresiasi atas upaya dan pencapaian dalam bidang ketahanan pangan. Penghargaan ini adalah pengakuan internasional terhadap kepemimpinan yang efektif dalam memastikan ketersediaan pangan dan memperkuat sektor pertanian.
Menariknya, FAO terakhir kali memberikan penghargaan ini kepada Indonesia 39 tahun yang lalu, tepatnya kepada Presiden Soeharto. Penghargaan ini kembali diserahkan sebagai bentuk penghargaan atas kemajuan dan komitmen Indonesia dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan.
(K/09)
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian infrastruktur jalan. Ia mengimbau para pengusa
PEMERINTAHAN
BANTEN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Ba
NASIONAL
JAKATA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklarifikasi polemik rencana penentuan status aktivis HAM oleh tim asesor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 23 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa tr
EKONOMI
JAKARTA Mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin, melaporkan balik asisten rumah tangganya berinisial HW ke Po
ENTERTAINMENT
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belawan menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Aditya Ramdani dalam perkara peredaran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pernyataan dalam p
NASIONAL
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh meminta Pemerintah Aceh mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasa
PEMERINTAHAN