Lebih lanjut, Candra yang juga Dewan Pakar Asosiasi Petani Kelapa Sawit Seluruh Indonesia (APKASINDO) menjelaskan bahwa lebih dari 67 persen lahan sawit mandiri dimiliki oleh warga Nahdliyin, sehingga PBNU memiliki kepentingan besar dalam program hilirisasi sawit. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pengusaha, akademisi, dan praktisi untuk mendukung kemajuan sektor sawit Indonesia.
"Indonesia baru saja menang di WTO atas gugatan Uni Eropa terkait kampanye negatif terhadap sawit. Ini adalah momentum penting bagi Indonesia untuk merespons isu tersebut dengan memperkuat industri sawit," ujarnya.