PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan, Sejumlah Wilayah Medan Terdampak Pemadaman
MEDAN PT PLN (Persero) UP83 Medan Utara kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik kep
PERISTIWA
MEDAN - Minyak gorengMinyaKita yang takarannya tidak sesuai seperti tertulis di kemasan, ternyata juga ditemukan di Medan.
Bahkan, minyak yang dijual dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) itu, diduga kuat sudah beredar sangat luas.
Dari hasil pengamatan di lapangan, Selasa (11/03/2025), BITVOnline menemukan pelanggaran ketentuan perdagangan yang ditetapkan pemerintah tersebut.
Sesuai pengamatan di kawasan Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan Medan, BITVOnline menemukan grosir-grosir menjual MinyaKita dengan harga di atas HET. Ironisnya, setelah ditimbang, isinya tidak sesuai dengan takaran seperti yang tertulis dalam kemasan.
Seperti yang terlihat dijual di Grosir Toko Nur Rahman Jalan Musyawarah, Pasar Saentis, kawasan Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumut.
Di grosir ini, minyak yang disubsidi pemerintah itu dijual dengan harga Rp 16.500 untuk kemasan plastik berisi 1 liter. Padahal, dalam kemasan jelas-jelas tertulis harga HET-nya hanya Rp 15.700 per satu kemasan ukuran 1 liter.
Ironisnya, ketika kemasan 1 liter tersebut ditimbang, jumlah isinya ternyata tidak sampai 1 liter. Beratnya hanya 900 gram atau tidak sampai 1.000 gram atau 1 Kg.
Harga serupa juga dijual di Toko Alai, Jalan Medan-Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumut. MinyaKita dengan kemasan 1 liter tersebut, dijual dengan harga Rp 16.500. Padahal, dalam kemasan plastik, juga sudah sangat jelas-jelas tertulis harga HET-nya hanya Rp 15.700 per liter.
Dan lagi-lagi, ketika ditimbang, volume kemasan tersebut tidak sesuai dengan yang tertulis di kemasan. Timbangannya hanya 900 gram atau tidak sampai 1 Kg.
Ketika ditanya kenapa menjual MinyaKita dengan harga di atas harga HET, salah seorang pelayan toko mengaku modal pembeliannya sudah mencapai Rp 15.666. Karena itu, mereka tidak bisa jual harga HET, yakni Rp 15.700 per 1 Kg.
Menurut seorang ibu rumah tangga bernama Farida, harga Rp 16.500 per liter tersebut sudah lumayan murah. Itu bila ia bandingkan dengan harga di grosir tempat ia biasa belanja beli MinyaKita di kawasan Lau Dendang.
"Harga Rp 16.500 itu sudah lebih murahlah. Di toko tempat saya biasa belanja, harganya malah sampai Rp 19.000 per liter," tutur ibu rumah tangga warga Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumut itu.
MEDAN PT PLN (Persero) UP83 Medan Utara kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik kep
PERISTIWA
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), Marcelino Pasaribu (20), menjadi korban penikaman oleh pria berinisial Ismael
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 21 September 2026. Rup
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Sejumlah saham yang masuk jajaran
EKONOMI
JAKARTA Harga pangan nasional di pasar tradisional pada Senin, 21 September 2026, bergerak beragam. Sejumlah komoditas utama mengalami k
EKONOMI
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Apple memperkenalkan desain yang cukup segar lewat iPhone Air. Alihalih menggunakan modul kamera besar seperti yang umum ditemu
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam turun pada perdagangan Senin, 21 September 20
EKONOMI
JAKARTA Sudah berada di tempat tidur, tetapi rasa kantuk tak kunjung datang? Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh banyak pikira
KESEHATAN