BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Update Harga BBM Pertamina di Seluruh Indonesia Per 1 April 2025: Pertamax, Pertalite, dan Solar Turun Harga

- Selasa, 01 April 2025 08:23 WIB
Update Harga BBM Pertamina di Seluruh Indonesia Per 1 April 2025: Pertamax, Pertalite, dan Solar Turun Harga
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -PT Pertamina Patra Niaga telah resmi mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis Pertamax Series dan Dex Series yang berlaku mulai 1 April 2025. Penyesuaian harga ini diharapkan dapat mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025, serta meningkatkan kenyamanan masyarakat selama masa libur Idul Fitri.

Penurunan harga BBM ini sudah diumumkan lebih awal pada Sabtu, 29 Maret 2025, oleh Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari.

Penyesuaian harga ini dilakukan sebelum puncak arus mudik untuk memastikan ketersediaan BBM yang lancar dan harga yang terjangkau di SPBU di seluruh wilayah Indonesia.

Daftar Harga BBMPertamina Per 1 April 2025

Berdasarkan informasi yang diterima dari laman resmi Pertamina, berikut adalah rincian harga BBM yang berlaku mulai 1 April 2025:

Aceh

Pertalite: Rp 10.000

Biosolar: Rp 6.800

Pertamax: Rp 12.800

Pertamax Turbo: Rp 13.800

Pertamax Green 95: Tidak Tersedia

Dexlite: Rp 13.900

Pertamina Dex: Rp 14.200

DKI Jakarta

Pertalite: Rp 10.000

Biosolar: Rp 6.800

Pertamax: Rp 12.500

Pertamax Turbo: Rp 13.500

Pertamax Green 95: Rp 13.250

Dexlite: Rp 13.600

Pertamina Dex: Rp 13.900

Sumatera Utara

Pertalite: Rp 10.000

Biosolar: Rp 6.800

Pertamax: Rp 12.800

Pertamax Turbo: Rp 13.800

Pertamax Green 95: Tidak Tersedia

Dexlite: Rp 13.900

Pertamina Dex: Rp 14.200

Jawa Barat

Pertalite: Rp 10.000

Biosolar: Rp 6.800

Pertamax: Rp 12.500

Pertamax Turbo: Rp 13.500

Pertamax Green 95: Rp 13.250

Dexlite: Rp 13.600

Pertamina Dex: Rp 13.900

Bali

Pertalite: Rp 10.000

Biosolar: Rp 6.800

Pertamax: Rp 12.500

Pertamax Turbo: Rp 13.500

Pertamax Green 95: Rp 13.250

Dexlite: Rp 13.600

Pertamina Dex: Rp 13.900

Harga-harga ini berlaku di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, seperti Jakarta.

Pertamina juga memberikan penyesuaian harga untuk wilayah lain, dengan beberapa variasi harga tergantung pada lokasi dan kondisi pasar lokal.

Penurunan Harga BBM di Pertamax Series dan Dex Series

Harga untuk BBM jenis Pertamax dan Dex Series mengalami penurunan signifikan, sebagai bagian dari kebijakan Pertamina untuk menyesuaikan harga sesuai dengan perkembangan ekonomi dan kondisi pasar global. Berikut penurunan harga yang berlaku:

Pertamax turun dari Rp 12.900 menjadi Rp 12.500 per liter

Pertamax Green 95 turun dari Rp 13.700 menjadi Rp 13.250 per liter

Pertamax Turbo turun dari Rp 14.000 menjadi Rp 13.500 per liter

Dexlite turun dari Rp 14.300 menjadi Rp 13.600 per liter

Pertamina Dex turun dari Rp 14.600 menjadi Rp 13.900 per liter

Tujuan Penyesuaian Harga BBM

Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, menyampaikan bahwa penurunan harga ini merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025.

Diharapkan dengan adanya penurunan harga, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung saat melakukan perjalanan selama libur Lebaran.

"Penyesuaian harga BBM melengkapi berbagai program yang dijalankan Pertamina selama Ramadan dan Idul Fitri hingga arus balik nanti agar semuanya lancar dan aman," jelas Fadjar.

Respons Masyarakat dan Perekonomian

Penurunan harga BBM ini disambut positif oleh masyarakat, khususnya para pengendara dan pemilik kendaraan, yang merasa terbantu dengan adanya pengurangan harga BBM.

Hal ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi selama arus mudik Lebaran 2025.

Selain itu, penurunan harga ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian, mengingat bahan bakar menjadi salah satu komponen biaya penting dalam mobilitas masyarakat.

(bs/n14)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru