BREAKING NEWS
Sabtu, 18 April 2026

Pasar Saham Asia Terpuruk! Nikkei Anjlok 8%, Efek Tarif Trump Mulai Terasa

Adelia Syafitri - Senin, 07 April 2025 08:33 WIB
Pasar Saham Asia Terpuruk! Nikkei Anjlok 8%, Efek Tarif Trump Mulai Terasa
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Pasar saham Asia terpuruk pada awal pekan ini, Senin (7/4), menyusul kekhawatiran global akibat kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat anjlok lebih dari 8 persen tak lama setelah pembukaan perdagangan, menembus level di bawah 33.000 untuk pertama kalinya sejak Agustus 2024.

Indeks Topix, yang mencerminkan performa lebih luas dari pasar saham Jepang, juga mengalami koreksi signifikan dengan penurunan lebih dari 9 persen.

Kecemasan pasar dipicu oleh pemberlakuan tarif menyeluruh sebesar 24 persen terhadap Jepang yang diumumkan Trump pekan lalu.

Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menyatakan bahwa pemerintahnya akan terus mendesak Washington untuk menurunkan tarif tersebut.

Namun, ia mengakui bahwa proses diplomatik ini kemungkinan akan memakan waktu.

Sebagai bentuk respons cepat, Jepang berencana memberikan dukungan finansial bagi perusahaan dalam negeri dan melindungi lapangan kerja dari dampak kebijakan tarif AS.

"Kami akan mengambil semua cara yang tersedia untuk meredam pukulan ekonomi akibat tarif AS," ujar Ishiba.

Efek Domino di Asia Pasifik

Gelombang tekanan juga dirasakan oleh pasar regional lainnya.

Kospi Korea Selatan turun lebih dari 4,8 persen, sementara ASX 200 Australia terkoreksi hingga 6,3 persen pada sesi pagi.

Di Selandia Baru, NZX 50 mencatat pelemahan sebesar 3,5 persen.

Kondisi ini mengikuti tren negatif dari Wall Street, di mana saham berjangka AS mengalami penurunan tajam pada Minggu malam setelah dua hari aksi jual.

Nilai pasar global terkikis lebih dari 5,4 triliun dolar AS, dan indeks S&P 500 nyaris memasuki zona bear market, setelah turun hampir 20 persen dari puncaknya.

Situasi ini menjadi alarm bagi investor global dan bisa menjadi awal dari fase ketidakpastian ekonomi dunia jika konflik dagang tidak segera mereda.

(km/a)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru