Modus Licik Dibalut Batang Pisang, 10 Kg Ganja di Padangsidimpuan Digagalkan Polisi
PADANGSIDIMPUAN Polisi menggagalkan dugaan peredaran 10 kilogram ganja di Jalan HT Rizal Nurdin, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsi
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA – Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius masyarakat, terutama lonjakan harga beras yang membuat warga Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mengeluh dan resah.
Beras yang merupakan makanan pokok utama rakyat Indonesia kini melonjak harganya secara signifikan, sehingga memicu kekhawatiran akan krisis daya beli masyarakat menengah ke bawah.
Fenomena ini tak pelak memunculkan ungkapan miris dari warga: "Sembako melejit, rakyat menjerit."
Ungkapan tersebut menggambarkan keresahan masyarakat terhadap beban hidup yang semakin berat, terutama ketika harga beras, yang dikonsumsi sehari-hari, terus merangkak naik.
Pantauan di lapangan menunjukkan, hampir seluruh merek beras yang umum dijual di pasar-pasar tradisional Kabupaten Batu Bara mengalami kenaikan harga.
Merek seperti Mahkota, Naga Dua, Dua Tani, hingga Anak Raja mengalami kenaikan antara Rp20.000 hingga Rp30.000 per karung isi 30 kilogram.
Seorang ibu rumah tangga yang merupakan warga Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Tiram, mengaku biasanya membeli beras merek Mahkota seharga Rp395.000 untuk 30 kg.
Namun kini, harga beras tersebut melonjak menjadi Rp430.000.
"Biasanya saya beli Mahkota Rp395 ribu per karung, sekarang sudah Rp430 ribu. Mau tak mau harus beli, karena ini makanan pokok. Tapi jujur, ini memberatkan," keluhnya saat ditemui di pasar tradisional setempat.
Kondisi ini tidak hanya terjadi di satu dua titik, tetapi merata di berbagai kecamatan di Kabupaten Batu Bara.
Pedagang pun mengaku tak bisa berbuat banyak karena mereka juga membeli dari distributor dengan harga yang lebih tinggi.
Salah satu pedagang di jalan rakyat, Kecamatan Tanjung Tiram, menyebutkan bahwa sejak pertengahan bulan, harga dari agen naik.
"Beras semua naik, bang. Kita juga bingung. Banyak pelanggan ngeluh, tapi kita juga beli dari gudang sudah mahal. Jadi terpaksa kita naikkan juga," ucapnya.
Belum diketahui secara pasti penyebab utama kenaikan harga beras ini.
Situasi ini diperparah dengan belum adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengendalikan harga, apakah pemerintah khususnya pemkab Batu Bara mengetahui harga beras naik??!
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan melakukan operasi pasar, memberikan subsidi, atau kebijakan lainnya untuk meredam gejolak harga sembako, terutama beras.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat yang saat ini tengah berjuang menghadapi berbagai tekanan hidup.*
PADANGSIDIMPUAN Polisi menggagalkan dugaan peredaran 10 kilogram ganja di Jalan HT Rizal Nurdin, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsi
HUKUM DAN KRIMINAL
SERDANG BEDAGAI Mata kiri sopir truk bernama Suprayogi (60) mengalami kebutaan setelah terkena lemparan batu saat terlibat cekcok dengan s
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyampaikan analisis mengenai gugatan terkait syarat pendidikan Wakil Preside
POLITIK
DELI SERDANG Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama pemerintah kabupaten/kota dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Su
KESEHATAN
MEDAN Seorang pria berinisial Tenang Simanungkalit (32) yang mengaku sebagai wartawan diduga menganiaya pemilik tempat usaha di kawasan Ja
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH SINGKIL Sebanyak 21 penumpang Kapal Motor (KM) Anugerah Jaya berhasil dievakuasi setelah kapal mengalami gangguan mesin di perairan A
PERISTIWA
MEDAN Pengamat pelayanan publik Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Adhar Hakim, menyayangkan sikap Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Politisi PDIP Mohamad Guntur Romli menyindir Presiden ke7 RI Joko Widodo setelah menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Sol
POLITIK
PANGKALPINANG Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti mengamankan 39 kampil pasir timah kering dengan estimasi berat sekitar 1.560 kilogram ata
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara mencatat kinerja Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRBPRS
EKONOMI