Purbaya: UU PFII Jadi Kunci Indonesia Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pembentukan UndangUndang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjad
EKONOMI
PESAWARAN -Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa pembentukan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis untuk memutus rantai pasok yang panjang serta mengurangi ketergantungan petani pada tengkulak dan pinjaman berbunga tinggi.
Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat kunjungan kerja di Lampung Selatan dan dialog bersama para kepala desa se-Lampung di Graha Adora, Kabupaten Pesawaran, Rabu (14/5/2025).
"Koperasi ini kita bangun agar desa tidak lagi tergantung pada rantai pasok yang panjang. Komoditas bisa langsung dari desa ke koperasi, dari koperasi ke pasar atau BUMN, tanpa tengkulak. Hasilnya, harga lebih baik dan petani lebih untung," ujar Zulhas.
Koperasi Merah Putih juga dirancang menjadi kanal distribusi resmi kebutuhan pokok sekaligus lembaga keuangan mikro yang mudah diakses warga desa. Zulhas menambahkan, petani bisa membeli gas langsung ke Pertamina, sembako ke Bulog, dan pupuk dari Pupuk Indonesia tanpa harus berhutang pada tengkulak.
Menteri Zulhas menegaskan, koperasi ini bukan menggunakan dana APBN, melainkan murni hasil kemitraan dengan BUMN, dengan pemerintah memberikan kemudahan akses dan pendampingan. "Ini bisnis yang harus jalan sesuai aturan, tapi kita minta BUMN tidak mempersulit distribusi," jelasnya.
Lebih lanjut, koperasi yang telah terdaftar secara resmi akan mendapatkan akses pembiayaan hingga Rp3 miliar dari bank Himbara. Menko Pangan menargetkan seluruh Koperasi Merah Putih dapat terdaftar di Administrasi Hukum Umum (AHU) paling lambat 30 Juni 2025.
"Koperasi ini tidak sekadar menerima bantuan, tapi harus memiliki model bisnis yang jelas dan dibina agar bisa mandiri," tandas Zulhas. Pemerintah pun menyiapkan tenaga pendamping dan agen Brilink untuk membantu operasional koperasi di desa.
Zulhas berharap koperasi yang kuat dapat menghapus peran tengkulak, pinjaman online, dan rentenir, sehingga petani dan nelayan mendapatkan harga yang lebih adil. "Para kepala desa adalah ujung tombak pembangunan desa. Kita ingin koperasi ini jadi tulang punggung ekonomi desa," pungkasnya.*
(kp/j006)
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pembentukan UndangUndang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjad
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meningkatkan penanganan perkara operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Lombok Barat,
NASIONAL
JAKARTA Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEP
NASIONAL
JAKARTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi mengesahkan Rancangan UndangUndang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia
NASIONAL
MEDAN Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian korban pada hari kedua pascaledakan rumah mewah di Kompleks Grand Polonia,
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia memiliki sistem perlindungan sosial yang kuat melalui berbagai program bantuan pe
NASIONAL
MEDAN Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian korban pascaledakan rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumate
PERISTIWA
MEDAN Ledakan dahsyat mengguncang sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026).
PERISTIWA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan bahwa pengadaan barang dan jasa (PBJ) merupakan salah satu sektor yang paling re
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi pemerintahan (Government Technology) sebagai langkah st
NASIONAL