Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA — Pemerintah kembali mendapat sorotan tajam setelah Kementerian Investasi/Hilirisasi (BKPM) mengungkap potensi investasi sebesar Rp2.000 triliun yang batal masuk ke Indonesia sepanjang 2024.
Angka ini menambah daftar panjang kegagalan pemerintah dalam mengoptimalkan iklim usaha yang kondusif di masa akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyebut pembatalan investasi disebabkan oleh sistem perizinan yang rumit, kebijakan yang tumpang tindih, dan iklim usaha yang tidak kompetitif.
"Realisasi investasi mungkin hanya mencapai Rp1.500 triliun. Ada potensi Rp2.000 triliun investasi yang tidak terealisasi," ujar Todotua dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/7).
Pemerintah berupaya merespons persoalan dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
PP ini mengintegrasikan regulasi OSS (Online Single Submission) serta menjanjikan penyederhanaan izin, terutama di kawasan industri dan KEK.
Namun, para pengamat menilai solusi ini belum menyentuh akar persoalan.
Nailul Huda, Direktur Ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai bahwa investasi batal masuk karena inefisiensi kebijakan, ketidakpastian hukum, intervensi aparat keamanan di sektor ekonomi, serta merosotnya peringkat daya saing Indonesia secara global.
"Peringkat efisiensi pemerintah Indonesia turun dari 23 ke 34, dan peringkat kerangka kelembagaan anjlok 26 poin. Ini mencerminkan persoalan sistemik," kata Huda.
Ia juga menyoroti tingginya ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Indonesia yang menunjukkan bahwa biaya investasi tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh investor.
Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyoroti masalah koordinasi antara pusat dan daerah dalam pengurusan izin.
"Banyak daerah belum memiliki kesiapan administrasi seperti rancangan tata ruang. Padahal, investasi harus sejalan dengan penataan ruang. Ini membuat proses investasi terhambat," jelas Yusuf.
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA