Dari Tangan Prabowo ke Puncak Tiang, Paskibraka Sukses Kibarkan Merah Putih Diiringi Tepuk Tangan Meriah
JAKARTA Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sukses mengibarkan Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklam
NASIONAL
JAKARTA -Banyak orang mengira bahwa gaji besar adalah kunci utama kebahagiaan. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.
Meski penghasilan naik berkali lipat, rasa hampa dan ketidakpuasan kerap menghantui. Lalu, apa sebenarnya yang membuat kita benar-benar bahagia?
Berdasarkan penelitian Kahneman dan Deaton (2010) berjudul High Income Improves Evaluation of Life but Not Emotional Well-being, pendapatan tinggi memang meningkatkan penilaian seseorang terhadap hidupnya secara keseluruhan, tetapi tidak otomatis membuatnya merasa lebih bahagia secara emosional setiap hari.
Berikut tiga alasan utama mengapa gaji besar belum tentu membuat bahagia:
Uang Tak Bisa Beli Kesehatan Mental
Kesehatan mental tetap menjadi faktor utama kebahagiaan. Menurut Clark (2003) dalam penelitian Unhappiness and Unemployment, tekanan psikologis yang dialami seseorang tidak selalu bisa diselesaikan dengan uang. Bahkan, orang dengan gaji besar kerap merasa tidak puas karena beban kerja yang tinggi.
Kehilangan Waktu Sosial dan Diri Sendiri
Deci dan Ryan (2000) dalam The "What" and "Why" of Goal Pursuits menyebutkan bahwa tujuan hidup yang terlalu fokus pada materi dapat mengurangi kepuasan jangka panjang. Waktu yang cukup untuk keluarga, teman, dan diri sendiri sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan seseorang.
Evaluasi Ulang Tujuan Hidup
Gaji besar memang sah-sah saja, tetapi penting untuk merenungkan apakah pekerjaan yang dijalani memberikan makna dan apakah waktu untuk menikmati hidup sudah cukup. Kebahagiaan sering datang dari keseimbangan antara pekerjaan, hubungan, dan waktu untuk diri sendiri.
Gaji besar bukanlah segalanya. Kebahagiaan sejati lebih dipengaruhi oleh kualitas hubungan, tujuan hidup yang bermakna, dan waktu yang kita miliki untuk menikmati hidup.
Jadi, jika kamu merasa tetap kosong meskipun penghasilan meningkat, mungkin yang perlu diperbaiki bukan penghasilan, melainkan makna hidup dan keseimbangan waktu.*
(lp/j006)
JAKARTA Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sukses mengibarkan Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklam
NASIONAL
JAKARTA Istana merespons polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogra
NASIONAL
MEDAN Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjenguk seorang murid SMA asal Kabupaten Karo yang masih menjalani perawatan di ruang
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto tampak tertawa bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi HUT ke81 Kemerdekaan Republi
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memimpin prosesi mengheningkan cipta dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi Kemerdekaan Repub
NASIONAL
JAKARTA Sang Saka Merah Putih resmi dikibarkan dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi HUT ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia
NASIONAL
JAKARTA Para pejabat negara ditantang ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sama dengan makanan yang diterima siswa. Tanta
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengancam akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai dalam pelaks
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan kemungkinan Presiden Prabowo Subianto mengunjungi wilayah terda
NASIONAL