Koreksi harga emas dunia yang terjadi hari ini dinilai sebagai respons pasar terhadap lonjakan harga selama tiga hari sebelumnya, yang tercatat naik hingga 1,67% secara point-to-point.
Dalam sepekan, emas masih membukukan kenaikan 0,51%.
"Aroma profit taking cukup kuat tercium. Setelah reli 3 hari berturut-turut, investor tampaknya mulai mencairkan keuntungan," tulis laporan Bloomberg, Selasa (15/7/2025).
Sementara itu, ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa juga tampaknya tidak memberi dampak besar terhadap harga.
Ancaman tarif bea masuk 30% oleh Presiden AS Donald Trump mulai dianggap pasar sebagai taktik negosiasi semata.
Sebagai aset safe haven, emas cenderung menguat ketika ketidakpastian geopolitik atau ekonomi meningkat.
Namun saat situasi stabil, investor lebih tertarik pada aset berisiko dengan potensi imbal hasil lebih tinggi.