Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia mendorong pemerintah Indonesia untuk terus melakukan negosiasi tarif yang lebih progresif.
"Idealnya Indonesia bisa menurunkan tarif lebih rendah lagi untuk memperkuat daya saing ekspor," jelasnya.
Diketahui, kesepakatan penurunan tarif ini merupakan hasil negosiasi langsung antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden RI Prabowo Subianto.
Trump mengumumkan kesepakatan tersebut melalui platform Truth Social pada Selasa (15/7/2025).
"Kesepakatan luar biasa untuk semua pihak," tulis Trump.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Indonesia berkomitmen membeli energi dari AS senilai USD 15 miliar (sekitar Rp 244 triliun) dan produk agrikultur senilai USD 4,5 miliar (sekitar Rp 73 triliun).
Trump juga menyatakan bahwa jika produk dari negara ketiga masuk AS melalui Indonesia, maka tetap dikenakan tarif 19 persen.
Dengan semakin terbukanya pasar Indonesia bagi produk impor, Bhima mengingatkan pentingnya langkah antisipatif dan protektif dari pemerintah.
Ia menyarankan agar sektor strategis seperti pangan dan industri manufaktur diperkuat segera.
"Tanpa penguatan domestik, Indonesia berisiko terjebak pada ketergantungan impor yang membahayakan stabilitas jangka panjang," tutup Bhima.*
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.