Singgung Polemik Ijazah Gibran: Syarat Pendidikan Capres-Cawapres Digugat ke MK Wajib Tamat SMA
JAKARTA Syarat pendidikan calon presiden dan calon wakil presiden kembali diuji di Mahkamah Konstitusi (MK). Para pemohon meminta aturan d
NASIONAL
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali merilis pembaruan harga pangan terbaru pada Rabu pagi. Sejumlah komoditas pangan strategis mengalami kenaikan harga, sementara sebagian lainnya menunjukkan tren penurunan.
Berdasarkan data Panel Harga Bapanas pukul 06.40 WIB, harga cabai rawit merah melonjak menjadi Rp50.286 per kilogram, naik signifikan dari Rp44.597 per kg sebelumnya. Hal serupa terjadi pada cabai merah keriting, yang juga naik menjadi Rp50.286 per kg.
Sementara itu, bawang merah justru mengalami penurunan harga menjadi Rp49.167 per kg dari sebelumnya Rp53.301 per kg, disusul bawang putih bonggol yang turun ke angka Rp38.333 per kg.
Harga beras premium meningkat dari Rp16.184 menjadi Rp17.127 per kg, sedangkan beras medium melonjak menjadi Rp15.728 per kg, naik dari Rp14.426 per kg.
Kedelai biji kering impor juga mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp10.870 per kg, dari sebelumnya Rp10.807 per kg.
Harga Daging dan Ikan Turun, Tapi Ayam dan Telur Naik
Di sisi protein hewani, daging sapi murni mengalami penurunan cukup tajam ke angka Rp116.667 per kg dari sebelumnya Rp134.815 per kg. Berbeda dengan itu, daging ayam ras naik menjadi Rp40.750 per kg, dari sebelumnya Rp35.200 per kg. Telur ayam ras juga naik ke Rp34.710 per kg, dari Rp29.642 per kg.
Untuk komoditas ikan, ikan kembung turun ke harga Rp35.000 per kg, ikan tongkol menjadi Rp33.367 per kg, dan ikan bandeng ke angka Rp32.500 per kg.
Minyak goreng kemasan naik ke harga Rp22.179 per liter, Minyakita juga naik menjadi Rp18.813 per liter. Namun, minyak goreng curah mengalami sedikit penurunan ke Rp17.143 per liter.
Harga tepung terigu curah naik signifikan ke Rp11.350 per kg, dari sebelumnya Rp9.737 per kg. Sementara, tepung terigu kemasan justru menurun menjadi Rp12.333 per kg.
Harga gula konsumsi turut meningkat ke Rp18.786 per kg, dari sebelumnya Rp18.270 per kg. Garam konsumsi juga naik menjadi Rp12.958 per kg, dari Rp11.563 per kg.
Harga pangan nasional saat ini menunjukkan dinamika yang bervariasi. Konsumen perlu mewaspadai lonjakan harga pada beberapa komoditas utama seperti beras, cabai, minyak goreng, dan telur. Di sisi lain, beberapa harga bahan pangan seperti ikan, daging sapi, dan bawang menunjukkan tren penurunan.
Pemerintah diharapkan terus menjaga stabilitas harga, terutama menjelang masa transisi musim yang kerap mempengaruhi pasokan.*
(at/j006)
JAKARTA Syarat pendidikan calon presiden dan calon wakil presiden kembali diuji di Mahkamah Konstitusi (MK). Para pemohon meminta aturan d
NASIONAL
ASAHAN Seorang pria berinisial K (51) di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksu
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Penggunaan ponsel atau HP sudah menjadi bagian dari keseharian anak, mulai dari belajar, menonton video, bermain gim hingga berkomun
KESEHATAN
MEDAN Muhammad Ghazali Iskandar, pelapor dalam perkara dugaan pemalsuan surat yang menyeret Doddy Thahir, menegaskan dirinya tidak pernah
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Kelompok Diskusi Berpikir Rasional (BERAS) menggelar Diskusi Seri Logika bertajuk Nalar Sebagai Perkakas Analisis di Anshari Cafe
PENDIDIKAN
KISARAN Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Asahan telah selesai digelar. Sebanyak 43 desa yang tersebar di 18 kec
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjamin pemerintah kota akan mempermudah proses investasi bagi pengusaha India yang tertar
EKONOMI
MEDAN Proyek jalan provinsi pada ruas Sipiongotbatas Labuhanbatu di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, disoroti setel
PERISTIWA
MEDAN Setelah menanti hampir 20 tahun, warga Perumahan Griya Kencana, Lingkungan 1, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, seger
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) telah menyalurkan Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) sebesar Rp325 miliar kepada 3
PEMERINTAHAN