Kapolda Sumut Gandeng PWNU Berantas Narkoba dan Kejahatan Jalanan
MEDAN Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) S
NASIONAL
BANDA ACEH - Kedai kopi atau yang lebih akrab disebut Keude Kuphi di Aceh bukan hanya menjadi tempat jual beli minuman berkafein, tetapi telah menjelma sebagai bagian dari budaya, ruang diskusi, hingga tempat silaturahmi lintas kalangan. Dari elite hingga rakyat biasa, dari politisi hingga mahasiswa, semua menyatu dalam aroma kopi Aceh yang khas.
Di hampir setiap sudut kota di Aceh, Keude Kuphi tumbuh subur bak jantung sosial masyarakat. Bukan hal aneh melihat meja-meja penuh sejak pukul 06.00 pagi, hingga dini hari, bahkan ada yang buka 24 jam tanpa henti. Bagi orang Aceh, kopi bukan hanya minuman—tapi medium komunikasi, solusi, bahkan inspirasi.
Dari Politik hingga Skripsi, Semua Dibahas di Keude Kuphi
Tak hanya urusan santai, banyak keputusan penting bisnis hingga urusan politik lokal dibicarakan di Keude Kuphi. "Lebih nyaman, lebih santai, dan kadang urusan cepat selesai," ungkap salah satu pengunjung tetap yang berprofesi sebagai pengusaha.
Bagi mahasiswa, Keude Kuphi adalah tempat terbaik mengerjakan tugas akhir. "Inspirasi sering datang di sini, mungkin karena atmosfernya penuh ide dan diskusi," ujar Reza, mahasiswa Universitas Syiah Kuala.
Tempat Jajanan Rakyat dan Pameran Barang Mahal
Uniknya, Keude Kuphi juga menjadi ruang ekonomi kreatif. Ibu rumah tangga menjajakan kue basah, kue kering, hingga nasi bungkus daun (nasi perang) yang menjadi favorit pelanggan untuk sarapan. Di sisi lain, beberapa Keude Kuphi kalangan menengah ke atas bahkan menjadi etalase sepeda motor dan barang-barang mewah.
Warisan Turun-Temurun, Pelanggan Setia
Keude Kuphi di Aceh sudah menjadi usaha turun-temurun, dengan pelanggan yang loyal karena racikan kopi yang berbeda-beda. Ada Keude Kuphi kaki lima tapi rasa kopi bintang lima. Pengunjung setia datang karena rasa dan suasananya, bukan sekadar fasilitas.
Bagi orang Aceh, kopi bukan hanya rasa, tapi rasa memiliki—bagian dari jati diri, tempat mencari solusi, hingga sumber inspirasi. Tak heran bila ada ungkapan, "Keude Kuphi, gudangnya inspirasi orang Aceh."
MEDAN Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) S
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara, Berkat Kurniawan Laoli, mendukung permintaan keluarga Winda Lorenza agar dilakukan ekshumasi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggerebek kawasan Jalan Denai, Gang Jati, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, pada
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menyatakan akan mematuhi putusan hakim praperadilan yang mengabulkan sebagian permohonan anggota DPRD Sumut d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Polisi menangkap seorang pemuda berinisial TSR (18) yang diduga terlibat dalam aksi pembegalan terhadap dua wanita di Jalan Yos Su
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO Jalur pendakian Gunung Sibayak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ditutup sementar
PARIWISATA
SIMALUNGUN Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyambut peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara sebaga
PEMERINTAHAN
MEDAN Dinas Kesehatan Kota Medan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah menyusul kualitas udara yang ma
PERISTIWA
JAKARTA Penilaian masyarakat terhadap arah perjalanan bangsa Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengalami penuru
NASIONAL
BINJAI Aksi demonstrasi yang menuntut perbaikan jalan rusak dan sejumlah persoalan lainnya di Kantor Wali Kota Binjai, Sumatera Utara, b
HUKUM DAN KRIMINAL