BREAKING NEWS
Minggu, 07 Juni 2026

Harga Emas Antam Naik Rp3.000, Saat Harga Emas Dunia Justru Melemah

- Selasa, 26 Agustus 2025 09:06 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp3.000, Saat Harga Emas Dunia Justru Melemah
Ilustrasi. (foto: Logam Mulia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN (BITV) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatat kenaikan pada perdagangan hari ini, Selasa (26/8).

Kenaikan ini terjadi di tengah pelemahan harga emas dunia akibat ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp3.000 menjadi Rp1.932.000 per gram, dari posisi Rp1.929.000 pada hari sebelumnya.

Adapun harga pembelian kembali (buyback) turut menguat Rp3.000 ke level Rp1.778.000 per gram.

Berikut daftar lengkap harga emas Logam Mulia Antam hari ini:

0.5 gram : Rp1.016.000

1 gram : Rp1.932.000

2 gram : Rp3.804.000

3 gram : Rp5.681.000

5 gram : Rp9.435.000

10 gram : Rp18.815.000

25 gram : Rp46.912.000

50 gram : Rp93.745.000

100 gram : Rp187.412.000

250 gram : Rp468.265.000

500 gram : Rp936.320.000

1.000 gram : Rp1.872.600.000

Kenaikan harga emas Antam ini diduga dipengaruhi oleh penyesuaian internal perusahaan, seperti strategi perdagangan harian dan permintaan domestik, meskipun harga emas global mengalami tekanan.

Di sisi lain, harga emas dunia tercatat turun 0,48% dan ditutup di level US$3.357,5 per troy ons pada perdagangan terakhir.

Penurunan ini dipicu oleh ketidakpastian pasar terhadap langkah selanjutnya dari Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan suku bunga acuan.

Berdasarkan data CME FedWatch, peluang The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam rapat bulan September tercatat sebesar 83,3%, turun dari akhir pekan lalu yang mencapai 84,7%.

Sementara itu, kemungkinan suku bunga dipertahankan di kisaran 4,25%-4,5% justru meningkat menjadi 16,7%.

Analis E*Trade dari Morgan Stanley, Chris Larkin, menyebut bahwa fokus pelaku pasar kini lebih tertuju pada sinyal perlambatan sektor tenaga kerja, meskipun target inflasi 2% tetap menjadi acuan utama The Fed.

Sebagai informasi, emas merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) yang cenderung diminati saat suku bunga rendah.

Sebaliknya, saat suku bunga tinggi, daya tarik emas bisa melemah.

Dengan kondisi global yang fluktuatif ini, harga emas dalam negeri bisa terus bergerak dinamis tergantung pada faktor eksternal dan strategi internal produsen.*

(bb/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru