IHSG Terpuruk ke Level 5.820, Tekanan Jual Seret Bursa RI Meski Rupiah Menguat
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (29/6/2026). Bursa saham domestik melema
EKONOMI
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (29/8/2025).
Rupiah tercatat bergerak ke posisi Rp16.347,5 per dolar AS, menguat sebesar 5 poin atau 0,03% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Mengutip data Bloomberg, indeks dolar AS juga menunjukkan penguatan dengan kenaikan 0,22% ke level 98,03.
Sementara itu, mata uang utama Asia lainnya memperlihatkan pergerakan bervariasi.
Yen Jepang melemah 0,08%, won Korea Selatan turun 0,22%, sedangkan rupee India dan peso Filipina masing-masing menguat 0,06% dan 0,25% terhadap dolar AS.
Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah dan mata uang lainnya dipengaruhi oleh dinamika imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury/UST) dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
"Imbal hasil obligasi AS tenor pendek mengalami penurunan sepanjang Agustus, sementara tenor panjang cenderung stabil di tengah ekspektasi penurunan suku bunga acuan pada rapat Federal Reserve mendatang," ujar Rully dalam riset yang dirilis hari ini.
Menurut Rully, pelemahan rupiah dalam dua hari terakhir yang sempat menembus angka di atas Rp16.300 per dolar AS merupakan refleksi sentimen global, terutama karena indeks dolar AS (DXY) yang konsisten bertahan di atas level 98.
Sepanjang Agustus 2025, rupiah secara keseluruhan menunjukkan tren positif dengan apresiasi sekitar 0,7% secara month to date (MTD).
Namun, kenaikan ini masih di bawah beberapa mata uang regional seperti baht Thailand yang naik 1% MTD, ringgit Malaysia sebesar 0,5% MTD, dan peso Filipina yang melonjak 2,1% MTD.
Sementara itu, mata uang negara maju juga menunjukkan performa menguat. Euro, yen Jepang, dan pound sterling masing-masing naik 2,0%, 2,4%, dan 2,2% sepanjang bulan ini.
Dari sisi obligasi, yield UST tenor 2 tahun turun 33,4 basis poin menjadi 3,623%, sedangkan tenor 10 tahun melemah 14,4 basis poin ke posisi 4,23%.
Sebaliknya, yield obligasi tenor 30 tahun sedikit naik 0,3 basis poin menjadi 4,903%.
Rully menambahkan bahwa pergerakan yield ini merefleksikan adanya ketidakpastian yang berbeda pada jangka pendek dan panjang.
Ketidakpastian jangka panjang ini dipengaruhi oleh kekhawatiran atas keberlanjutan kondisi fiskal AS pasca kebijakan era pemerintahan Donald Trump yang berpotensi memperlebar defisit anggaran, sehingga berdampak pada volume penerbitan obligasi pemerintah AS di masa mendatang.
"Perbedaan respons pada berbagai tenor imbal hasil juga mencerminkan ketidakpastian pasar mengenai kondisi fiskal jangka panjang Amerika Serikat," pungkasnya.*
(bi/a008)
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (29/6/2026). Bursa saham domestik melema
EKONOMI
JAKARTA Sengketa kepemilikan lahan seluas 3.710 meter persegi di Jalan Gelatik, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selat
NASIONAL
JAKARTA Anggota Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Ir. JP Latumahina, mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menye
NASIONAL
JAKARTA Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali menggelar forum akademik The Colors of Commun
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meresmikan tiga fasilitas baru di lingkungan Polda Aceh, yakni Klinik P
NASIONAL
BANDA ACEH Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertol
PENDIDIKAN
LABUHANBATU SELATAN Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Labuhanb
PEMERINTAHAN
BATU BARA Desa Tanjung Muda, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, menerima kunjungan Tim Monitoring Desa Percontohan Tertib Adminis
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan K
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya memperkuat mediasi dalam penyelesaian konflik kemitraan
PEMERINTAHAN