BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Sebut Banyak Sarjana Kini Jadi Ojol, JK Ingatkan: Dunia Kerja Kini Lebih Berat, Jangan Jadi Beban Masyarakat

- Jumat, 12 September 2025 10:01 WIB
Sebut Banyak Sarjana Kini Jadi Ojol, JK Ingatkan: Dunia Kerja Kini Lebih Berat, Jangan Jadi Beban Masyarakat
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), dalam acara wisuda yang digelar di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Kamis (11/9). (foto: tangkapan layar yt UI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DEPOK — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), memberikan pesan tegas kepada para wisudawan Universitas Indonesia (UI) agar tidak menjadi beban masyarakat dengan menganggur.

Pernyataan ini disampaikannya dalam acara wisuda yang digelar di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Kamis (11/9).

JK menilai kondisi dunia kerja saat ini jauh lebih menantang dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.

Ia mengingatkan lulusan perguruan tinggi untuk dapat mandiri dan mencari peluang, meski bukan di bidang yang sesuai dengan studi mereka.

"Jangan menjadi beban masyarakat dengan menganggur. Walaupun saya tahu banyak sarjana sekarang ini yang menjadi pengemudi ojol. Walaupun itu mungkin kelihatannya tidak terlalu tinggi, tapi dia hidup karena itu," ujar JK.

Menurut JK, keterbatasan lapangan pekerjaan menjadi salah satu tantangan terbesar.

Pemerintah pun telah membatasi penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara dunia usaha masih berada dalam kondisi stagnan.

"Bekerja dengan sesuai profesi memang pada dewasa ini, pada keadaan ekonomi bangsa seperti ini, tidaklah mudah mendapat pekerjaan. Karenanya ini tantangan yang dihadapi oleh kita semua," lanjutnya.

JK mencontohkan sosok Chairul Tanjung, alumnus UI yang sukses menjadi pengusaha besar.

Kesuksesan Chairul, menurut JK, bukan semata karena gelar akademis, tetapi berkat inovasi dan kerja keras.

"Jangan khawatir lurus pada jurusan, tapi lurus pada logika dan kemampuan anda. Itu modal besar," kata JK.

"Yang paling dibutuhkan sekarang adalah keberanian berinovasi, keberanian memulai dari bawah. Tidak ada yang langsung dari atas."

Sementara itu, Rektor UI, Heri Hermansyah, berpesan agar para lulusan menjunjung tinggi nilai kejujuran, kebenaran, dan keadilan.

Ia berharap para wisudawan dapat menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, terutama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang pada Februari 2025, naik sekitar 83 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Tingkat pengangguran sebesar 4,76% ini dihitung dari total angkatan kerja nasional yang mencapai sekitar 153 juta orang.

Kelompok usia 15–24 tahun atau generasi Z mencatat tingkat pengangguran tertinggi, yakni sebesar 16,16%.

Sementara itu, tingkat pengangguran lulusan sarjana dan diploma IV ke atas mencapai 6,23%.

Angka ini masih lebih tinggi dibanding pengangguran lulusan SD ke bawah yang hanya 2,32%.

Penyebab utama tingginya angka pengangguran di antaranya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di awal tahun, pertumbuhan angkatan kerja baru dari lulusan sekolah, serta ketimpangan antara jumlah pencari kerja dan lapangan pekerjaan yang tersedia.

Dalam beberapa platform lowongan kerja, rasio pencari terhadap lowongan bahkan mencapai 10 banding 1.

Meski demikian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) sedikit menurun dari 4,82% menjadi 4,76%, akibat bertambahnya jumlah angkatan kerja.

Pesan JK dan data pengangguran ini menjadi pengingat penting bagi para lulusan baru untuk lebih adaptif dan kreatif dalam menghadapi dunia kerja yang penuh tantangan.

Dengan kerja keras dan inovasi, generasi muda diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.*

(tb/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru