Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sebagai bagian dari solusi, pemerintah memutuskan menaikkan Transfer ke Daerah (TKD) dari Rp650 triliun menjadi Rp693 triliun, agar pemerintah daerah memiliki ruang
fiskal yang cukup untuk membangun tanpa harus membebani masyarakat dengan pajak berlebihan.
Belanja pemerintah pusat pun mengalami penyesuaian menjadi Rp3.149,73 triliun. Kebijakan ini, menurut
Purbaya, adalah bentuk investasi jangka panjang dalam menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan.
"Jadi kita nggak ada gunanya menghemat uang kalau keributan di mana-mana dan kita nggak bisa ngebangun. Ini sepertinya rugi, tapi sedikit. Nanti untungnya banyak ketika
ekonomi stabil," katanya.
Purbaya menegaskan bahwa pendekatan
fiskal yang diambil tidak semata-mata soal angka, tetapi soal dampak sosial dan
ekonomi yang dihasilkan.
Dengan perhitungan yang tepat,
anggaran negara dapat digunakan secara optimal untuk membangun kepercayaan, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan."Itu investasi saya kira-kira. Supaya nggak ada keributan di masyarakat, daerah bisa membangun, dan pembangunan saya bisa bagus yang lain-lain di tempat lain, karena pajak saya lebih tinggi kan," pungkasnya.*
(bb/a008)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.