BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Maret 2026

IHSG Pecah Rekor! Enam Kali All Time High Sejak Purbaya Jadi Menkeu

Adelia Syafitri - Rabu, 05 November 2025 16:05 WIB
IHSG Pecah Rekor! Enam Kali All Time High Sejak Purbaya Jadi Menkeu
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. (Foto: Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mencatatkan rekor tertinggi atau all time high sebanyak enam kali sejak Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Iman menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan persepsi positif pelaku pasar terhadap arah kebijakan pemerintah yang dinilai pro terhadap pertumbuhan ekonomi (pro-growth).

Baca Juga:
"Yang menarik, ketika Pak Purbaya diangkat menjadi Menteri Keuangan, kita enam kali mencatatkan all time high. Sementara dari Januari sampai September hanya satu kali. Ini menunjukkan pasar lebih menyukai kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Iman dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Menurut Iman, pasar modal merespons positif langkah-langkah pemerintah yang berorientasi pada ekspansi ekonomi, meskipun masih terdapat tantangan dari sisi aliran modal asing dan rendahnya partisipasi investor domestik.Dari sisi supply dan demand, aktivitas investor asing mulai menunjukkan perbaikan.

Meski secara year to date (YtD) asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp41,8 triliun, namun pada bulan terakhir posisi tersebut mulai berbalik dengan net buy sebesar Rp12,9 triliun.

"Sudah mulai ada perbaikan dari sebelumnya yang net sell hingga Rp50 triliun. Selain itu, jumlah investor institusi asing juga meningkat dalam empat tahun terakhir, baik dari sisi aset maupun partisipasi," katanya.Iman menegaskan bahwa meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih, aktivitas transaksi mereka tetap tinggi.

Hal itu menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih menjadi pilihan menarik bagi investor global.

"Saya agak skeptis ketika ada yang mengatakan Indonesia sudah tidak diminati investor asing. Faktanya, mereka tetap aktif bertransaksi. Memang net sale, tetapi di antara itu mereka tetap melakukan buy and sell," ungkapnya.Lebih lanjut, Iman menyoroti tantangan utama yang dihadapi pasar modal Indonesia saat ini, yaitu rendahnya partisipasi investor institusi domestik.

"Backbone kita seharusnya adalah investor institusi domestik. Ada tren peningkatan sejak 2020, tapi porsinya masih kecil. Ini menjadi tantangan yang perlu kita dorong ke depan," jelasnya.*

(in/M/006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Melemah Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2025
AGTI Apresiasi Menkeu Purbaya, Serukan Stop Pakaian Bekas Impor Ilegal
Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan IKN Tidak Akan Jadi 'Kota Hantu' Meski Anggaran Turun
IHSG Pagi Ini Menguat Tipis ke 8.280,80, Saham TLKM dan UNVR Kompak Naik
Rokok Ilegal Masuk Jalur Legal, Siapa Untung? Ini Jawaban Purbaya
Kebijakan Fiskal Pro-Masyarakat, Efek Domino ke Industri Bata Ringan dan Properti
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru