BREAKING NEWS
Senin, 02 Maret 2026

Modal Asing Kabur dari Pasar Surat Utang, BI Soroti Tekanan Likuiditas Menjelang Akhir Tahun

Raman Krisna - Minggu, 16 November 2025 08:07 WIB
Modal Asing Kabur dari Pasar Surat Utang, BI Soroti Tekanan Likuiditas Menjelang Akhir Tahun
Ilustrasi. (Foto: Antra/Akbar Nugroho Gumay)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Arus modal asing kembali meninggalkan pasar keuangan Indonesia pada pekan kedua November 2025.

Bank Indonesia mencatat terjadinya capital outflow senilai Rp3,79 triliun dalam periode 10–13 November 2025, terutama dari pasar surat utang.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pergerakan dana asing menunjukkan pola kontras: pasar saham masih mencatat beli neto, namun arus keluar dari SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menekan total arus modal.

Baca Juga:

"Dana asing yang masuk berasal dari pasar saham dengan beli neto Rp3,92 triliun. Sementara jual neto dari pasar SBN mencapai Rp6,33 triliun dan Rp1,39 triliun dari SRBI," ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Minggu, 16 November.

Arus Modal Keluar Tahun Ini Melebar

Hingga 13 November 2025, investor nonresiden mencatat jual neto besar di tiga instrumen utama:

Pasar saham: Rp37,24 triliun

Pasar SBN: Rp6,45 triliun

SRBI: Rp140,40 triliun

Besarnya pelepasan SRBI menunjukkan investor global lebih berhati-hati menghadapi perubahan suku bunga global dan dinamika dolar AS.

Sentimen Pasar Global Mulai Mereda

Di tengah tekanan arus modal, premi CDS Indonesia 5 tahun justru menunjukkan perbaikan.

Pada 13 November 2025, premi CDS berada di 73,51 bps, turun dibanding 76,05 bps pada 7 November. Penurunan ini mengindikasikan risk perception Indonesia relatif membaik di mata pasar.

Imbal hasil SBN tenor 10 tahun stabil di 6,12 persen pada Jumat, 14 November.

Pada penutupan sehari sebelumnya, yield sempat turun ke level yang sama.

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Melemah

Rupiah dibuka menguat tipis pada Jumat pagi di level Rp16.690 per dolar AS, lebih kuat dibanding penutupan Kamis di Rp16.720 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah ke 99,16.

Sementara itu, imbal hasil US Treasury (UST) 10 tahun naik menjadi 4,119 persen, sinyal bahwa pasar global masih menimbang arah kebijakan Federal Reserve.

BI Perkuat Koordinasi Hadapi Tekanan Akhir Tahun

Ramdan menegaskan bahwa Bank Indonesia terus menyempurnakan strategi bauran kebijakan, termasuk stabilisasi nilai tukar, penguatan operasi moneter, dan koordinasi erat dengan pemerintah.

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," kata Ramdan.

Dengan arus modal yang masih fluktuatif dan tekanan global yang belum mereda, investor diperkirakan tetap berhati-hati jelang penutupan tahun.*


(v/um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru