BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.726 per Dolar AS, Tertekan Penguatan Dolar dan Sentimen Global

Adelia Syafitri - Senin, 17 November 2025 09:29 WIB
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.726 per Dolar AS, Tertekan Penguatan Dolar dan Sentimen Global
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp16.726 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,11% atau 19 poin dari penutupan sebelumnya di Rp16.707 per dolar AS pada Jumat (14/11/2025).

Pergerakan rupiah sejalan dengan tren mata uang Asia lainnya yang juga melemah.

Baca Juga:

Yen Jepang turun 0,05%, dolar Singapura melemah 0,14%, won Korea Selatan turun 0,31%, peso Filipina melemah 0,16%, yuan China turun 0,08%, rupee India melemah 0,08%, dan ringgit Malaysia turun 0,30%.

Indeks dolar AS tercatat menguat 0,08% ke posisi 99,37, menjadi salah satu faktor tekanan bagi rupiah.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang hari, dengan kisaran antara Rp16.700 hingga Rp16.740 per dolar AS.

Sentimen penguatan dolar dan pergerakan rupiah dipengaruhi sejumlah faktor global dan domestik.

Dari luar negeri, pasar mencatat suasana konstruktif pasca kesepakatan mengakhiri shutdown pemerintah AS, yang sekaligus meredam permintaan safe haven terhadap emas.

Investor kini menunggu rilis data ekonomi AS yang tertunda, serta mengantisipasi kemungkinan penurunan suku bunga The Fed pada Desember 2025.

Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah Indonesia di bawah Presiden RI Prabowo Subianto menekankan disiplin fiskal dan stabilitas makro sebagai fondasi penguatan ekonomi.

Stabilitas harga dan inflasi yang terkendali, dengan inflasi inti diproyeksikan berada di rentang 2,5%-3,2%, dinilai mampu memberikan kepastian bagi rumah tangga maupun pelaku industri.

"Rupiah cenderung bergerak sideways dengan tekanan dolar AS dan sentimen global yang fluktuatif. Namun, fundamental domestik tetap mendukung stabilitas jangka menengah," ujar Ibrahim Assuaibi.*

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gubernur Bali Borong Pasar Murah, Ribuan Warga Antusias Sambut Galungan-Kuningan
Ekonom IEI Dorong Pemerintah Percepat Redenominasi Rupiah: “Kondisi Ekonomi Sudah Lebih Siap dari 10 Tahun Lalu
Uang Rp1.000 Jadi Rp1? DPR Minta BI Siapkan Roadmap Agar Masyarakat Tak Bingung
Inflasi Bali Terkendali, Koster Minta Penguatan Pasokan Menjelang Akhir Tahun
Bitcoin Tertekan ke Bawah 100.000 Dolar AS Meski Shutdown AS Berakhir, Investor Tetap Waspada
Seperti Apa Rasanya Uang Seribu Seketika Jadi Rp 1 dalam Wacana Redenominasi?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru