KABANJAHE- Peluang usaha sekecil apapun bisa membuahkan hasil jika dijalani dengan tekad dan kerja keras.
Prinsip ini dijalankan Sari Handayani Daulay (39), pelaku UMKM asal Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berhasil mengembangkan bisnis mainan, bimbingan belajar, dan laundry express berkat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
Sari memulai usahanya pada 2015–2016 dengan menjual es fruity ke kampung-kampung dan kedai kecil di sekitarnya.
Melihat peluang lain, ia merintis bisnis mainan anak eceran, yang saat itu belum banyak tersedia di daerahnya.
Meski sempat terkendala modal untuk memenuhi minimal pengambilan barang dari distributor, Sari tidak menyerah.
"Kendala terbesarnya soal pengambilan barang. Harus ambil banyak supaya dapat harga murah, tapi modalnya terbatas," ungkap Sari melalui siaran pers, Rabu (19/11/2025).
Kesempatan muncul ketika seorang sales BRI menawarkan KURBRI. Sari pun mengajukan pinjaman pertama sebesar Rp5 juta, kemudian meningkat hingga Rp25 juta pada pengajuan kedua.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperluas usaha, merekrut pegawai, dan menjajaki peluang baru.
Selama pandemi COVID-19, Sari melihat kebutuhan pendampingan belajar anak yang tidak bisa tatap muka.
Dari situlah ia mendirikan bimbingan belajar sendiri, sementara usaha laundry express dirintis pada 2023 dengan dukungan KUR Rp100 juta.
Kini, usaha mainan anak dilanjutkan oleh adiknya, sementara Sari fokus mengembangkan bimbel dan laundry yang semakin ramai pelanggan.
"Sangat terbantu, terutama di awal usaha. Dana KUR cepat cair, bunganya ringan, jadi usaha bisa terus bergerak tanpa terjebak utang tinggi," jelas Sari.
Donny Cahyono, Branch Manager BRI BO Kabanjahe, menekankan bahwa KURBRI mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat sektor riil serta penciptaan lapangan kerja di daerah.
"Kisah Sari menjadi contoh nyata bagaimana pembiayaan KUR membantu pelaku usaha lokal terus berkembang," ujarnya.
Hingga September 2025, BRI BO Kabanjahe telah menyalurkan KUR senilai Rp558 miliar, dengan dominasi sektor produksi sebesar 63% atau Rp350 miliar.
Donny menegaskan, KURBRI bukan sekadar pembiayaan, tapi katalis ekonomi rakyat, yang memperkuat pertumbuhan inklusif dengan UMKM sebagai penopangnya.*