BREAKING NEWS
Sabtu, 22 Agustus 2026

BP BUMN Kaji Go Private Waskita Karya, Merger BUMN Karya Target Rampung Desember 2025

Raman Krisna - Rabu, 19 November 2025 20:54 WIB
BP BUMN Kaji Go Private Waskita Karya, Merger BUMN Karya Target Rampung Desember 2025
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (Foto: Dok. Waskita)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan masih mengkaji opsi go private PT Waskita Karya (Persero) Tbk di tengah rencana integrasi BUMN karya.

Proses ini meliputi merger, holdingisasi, pembubaran, dan pembentukan klaster BUMN, yang seluruhnya berada di bawah kewenangan BP BUMN.

"Sedang kami kaji bagaimana merger kelompok BUMN Karya. Mudah-mudahan Desember ini selesai," ujar Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma'ruf, di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga:

Aminuddin tidak membeberkan secara rinci kemungkinan Waskita Karya menjadi perusahaan privat, tetapi memastikan bahwa pihaknya akan membentuk klaster BUMN karya sebagai bagian dari integrasi.

Koordinasi juga terus dijalin dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk memastikan proses berjalan lancar.

Tiga Klaster BUMN Karya

Rencana konsolidasi mencakup tujuh BUMN karya, dengan tiga klaster sebagai berikut:

PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk digabung ke PT Hutama Karya (Persero).

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk digabung dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

PT Brantas Abipraya (Persero) digabung dengan PT Nindya Karya (Persero).

Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, mengatakan konsolidasi ini menargetkan rampung paling lambat tahun depan.

"Prosesnya masih kajian bersama Danantara Aset Manajemen. Bisa cepat, bisa tahun depan," ujarnya.

Perhatian pada Investor dan Status Go Private

Waskita Karya adalah perusahaan terbuka, sehingga BP BUMN dan manajemen harus mempertimbangkan respons pasar dan investor dalam setiap keputusan.

Hanugroho menegaskan opsi perubahan status dari go public menjadi go private masih menjadi bahan pembahasan, menyesuaikan struktur final integrasi.

"Kalau misalnya ada, ya, apakah bentuknya holding-subholding atau merger langsung. Ini masih kami kaji secara matang," kata Hanugroho.

Selain itu, proses merger juga memperhatikan kesiapan bisnis dan sumber daya manusia di masing-masing perusahaan.

Hal ini penting agar konsolidasi berjalan tanpa mengganggu operasional dan stabilitas perusahaan pelat merah.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap integrasi BUMN karya dapat meningkatkan efisiensi dan sinergi, sekaligus memperkuat kapasitas perusahaan pelat merah di sektor konstruksi dan infrastruktur.*


(v/um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BPK Ungkap Pemborosan Rp43,35 Triliun di BUMN
Mobil Pengantar Kas Bank BUMN Terbakar di Sulbar, Menteri Keuangan Sebut Tanggung Jawab Bank
Pakar Intelijen: Ombudsman Perlu Diperkuat dengan Figur Berintegritas
Bos PT Timah Minta Dukungan DPR untuk Perbaiki Tata Kelola Pertimahan Nasional
Merger Waskita-Hutama Karya Terungkap, Proses Konsolidasi BUMN Karya Menjelang Final
Dicecar Jaksa soal Dugaan Intervensi Riza Chalid, Eks Direktur Pertamina: Hanya Dugaan Saya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru