Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
JAKARTA- Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan masih mengkaji opsi go private PT Waskita Karya (Persero) Tbk di tengah rencana integrasi BUMN karya.
Proses ini meliputi merger, holdingisasi, pembubaran, dan pembentukan klaster BUMN, yang seluruhnya berada di bawah kewenangan BP BUMN.
"Sedang kami kaji bagaimana merger kelompok BUMN Karya. Mudah-mudahan Desember ini selesai," ujar Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma'ruf, di Jakarta, Rabu (19/11/2025).Baca Juga:
Aminuddin tidak membeberkan secara rinci kemungkinan Waskita Karya menjadi perusahaan privat, tetapi memastikan bahwa pihaknya akan membentuk klaster BUMN karya sebagai bagian dari integrasi.
Koordinasi juga terus dijalin dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk memastikan proses berjalan lancar.
Tiga Klaster BUMN Karya
Rencana konsolidasi mencakup tujuh BUMN karya, dengan tiga klaster sebagai berikut:
PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk digabung ke PT Hutama Karya (Persero).
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk digabung dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
PT Brantas Abipraya (Persero) digabung dengan PT Nindya Karya (Persero).
Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, mengatakan konsolidasi ini menargetkan rampung paling lambat tahun depan.
"Prosesnya masih kajian bersama Danantara Aset Manajemen. Bisa cepat, bisa tahun depan," ujarnya.
Perhatian pada Investor dan Status Go Private
Waskita Karya adalah perusahaan terbuka, sehingga BP BUMN dan manajemen harus mempertimbangkan respons pasar dan investor dalam setiap keputusan.
Hanugroho menegaskan opsi perubahan status dari go public menjadi go private masih menjadi bahan pembahasan, menyesuaikan struktur final integrasi.
"Kalau misalnya ada, ya, apakah bentuknya holding-subholding atau merger langsung. Ini masih kami kaji secara matang," kata Hanugroho.
Selain itu, proses merger juga memperhatikan kesiapan bisnis dan sumber daya manusia di masing-masing perusahaan.
Hal ini penting agar konsolidasi berjalan tanpa mengganggu operasional dan stabilitas perusahaan pelat merah.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap integrasi BUMN karya dapat meningkatkan efisiensi dan sinergi, sekaligus memperkuat kapasitas perusahaan pelat merah di sektor konstruksi dan infrastruktur.*
(v/um)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL