BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Mengatasi Keterbatasan Anggaran, Sumut Inisiasi Kerja Sama Bank Daerah se-Sumatera

Abyadi Siregar - Jumat, 21 November 2025 07:32 WIB
Mengatasi Keterbatasan Anggaran, Sumut Inisiasi Kerja Sama Bank Daerah se-Sumatera
Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution menerima kunjungan Kepala Perwakilan BI Sumut Rudy Brando Hutabarat, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (20/11/2025). (foto: Diskominfo Sumut YT Hariono)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menginisiasi kolaborasi antara bank-bank pembangunan daerah (BPD) di seluruh Pulau Sumatera.

Langkah ini disebut sebagai strategi untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah dalam pembiayaan pembangunan, terutama menjelang penyesuaian Transfer ke Daerah pada 2026.

Bobby menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Kamis, 20 November 2025.

Baca Juga:

Bobby menjelaskan, ada tiga bentuk kerja sama yang dapat dikerjakan secara kolektif oleh BPD Sumatera: investasi terintegrasi, sindikasi pembiayaan regional, dan konsorsium CSR.

Ketiganya diharapkan menjadi mekanisme pendanaan bagi program prioritas masing-masing provinsi.

"Kita perlu mempererat hubungan dengan seluruh provinsi di Pulau Sumatera karena kolaborasi yang kuat sangat dibutuhkan. Tahun 2026 ada penyesuaian Transfer ke Daerah, jadi kita harus berinovasi agar pembangunan tetap berjalan maksimal," ujar Bobby.

Menurutnya, sinergi lintas provinsi penting karena banyak program pembangunan yang saling beririsan.

Dengan kolaborasi BPD, pembiayaan proyek prioritas dapat lebih efisien sekaligus memberikan dampak yang lebih luas pada perekonomian regional.

"Kita dan provinsi lain perlu merumuskan pembangunan yang bisa dilakukan bersama, yang memberikan dampak besar bagi masyarakat dan mendorong Sumatera tumbuh lebih baik," kata Bobby.

Kepala Perwakilan BI Sumut, Rudy Brando Hutabarat, menilai infrastruktur menjadi sektor yang paling strategis untuk didorong melalui skema kolaboratif tersebut.

Infrastruktur yang kuat, kata dia, mampu memperbaiki kinerja industri, pariwisata, dan menurunkan ICOR (Incremental Capital Output Ratio) yang saat ini masih tinggi di wilayah Sumatera.

"Infrastruktur adalah sektor yang memberi dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi. Kami berharap skema kolaborasi BPD ini bisa segera direalisasikan," ujar Rudy.

Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumut M. Armand Effendy Pohan, Kabiro Perekonomian Poppy Marulita Hutagalung, Kepala Bapelitbang Dikky Anugerah, jajaran BI Sumut, Kabid IKP Diskominfo Porman Mahulae, serta sejumlah OPD terkait.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Cuaca Sumatera Utara Hari Ini: Hujan Ringan Mendominasi, Beberapa Wilayah Diguyur Hujan Sedang
Sumut Direncanakan Punya Masjid Raya Ikonik di atas Lahan 20 Hektare
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal III-2025 Tembus 5 Persen, Didorong Konsumsi dan Investasi
Pemprov Sumut Dorong Transformasi Digital Lewat Rakor Satu Data Indonesia
Anggota DPRD Sumut Megawati Zebua Resmi Ditetapkan Tersangka Dugaan Penganiayaan Pramugari Wings Air
Operasi Zebra Toba 2025 Terapkan Pendekatan Humanis, Polda Sumut Padukan Edukasi dan Teknologi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru