Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
KABANJAHE – Di sudut Pasar Kabanjahe, aroma sayuran segar dan hiruk-pikuk pembeli sudah menjadi bagian dari keseharian Betti Br Ginting.
Selama lebih dari 20 tahun, ia menghabiskan waktunya membuka kios sayur demi menopang perekonomian keluarga.
Awal mula Betti berdagang lahir dari kebutuhan tambahan karena penghasilan suaminya sebagai petani tidak lagi mencukupi untuk biaya hidup dan pendidikan anak-anak yang terus bertambah.
Baca Juga:
Dari berjualan sebagai pedagang kaki lima, Betti perlahan berhasil memiliki kios sendiri di Pasar Kabanjahe.
"Suami saya bekerja sebagai petani, penghasilannya tidak cukup karena anak-anak semakin besar. Akhirnya saya coba jualan sayur, dulunya hanya kaki lima. Sekarang sudah punya kios sendiri," ujarnya.
Rutinitas harian Betti dimulai sejak pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Setelah pasar tutup, ia tetap bekerja menyiapkan stok sayuran untuk keesokan harinya.
Tantangan semakin besar ketika anak-anak memasuki masa sekolah dan kuliah secara bersamaan.
Betti menemukan solusi lewat fasilitas Kredit Cepat (KECE) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), program pembiayaan ultra mikro tanpa agunan yang dirancang untuk pelaku usaha kecil.
Pinjaman pertama sebesar Rp5 juta membantunya menambah modal usaha.
"Uangnya saya putar untuk modal. Cicilannya ringan, bisa ditabung sesuai kemampuan. Jadi sama sekali tidak memberatkan," kata Betti.
Selain berdagang sayur, Betti juga mulai merintis usaha rumahan di malam hari.
Ia memproduksi berbagai camilan seperti keripik pisang, keripik ubi, dan kue bawang berbahan ubi ungu serta kentang.
Donny Cahyono, Branch Manager BRI BO Kabanjahe, menegaskan bahwa program pembiayaan ultra mikro memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Kuncinya adalah pembiayaan dan pendampingan yang tepat, sehingga pelaku usaha bisa berdaya dan naik kelas. Kisah Betti adalah bukti nyata," ujarnya.
Kisah Betti menjadi contoh nyata bagaimana pembiayaan ultra mikro dan ketekunan pribadi dapat mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan lapangan kerja, dan mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat.*
(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.