Bobby Nasution Dorong Pemkab Kolaborasi Percepat Bangun Huntap
TAPTENG Penanganan pascabencana di Sumatera Utara (Sumut) terus dikebut. Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong komitme
PEMERINTAHAN
JAKARTA — Pemerintah kembali menggagalkan pemasukan beras ilegal yang diduga berasal dari Thailand ke kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam.
Sedikitnya 40,4 ton beras dan dua ton minyak goreng disita aparat setelah laporan masuk ke kanal pengaduan Lapor Pak Amran.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa meski Batam berada dalam kawasan perdagangan bebas, wilayah itu tetap berada di bawah yurisdiksi penuh Republik Indonesia.Baca Juga:
Karena itu, setiap barang yang keluar-masuk tetap wajib mengikuti aturan nasional.
"Betul ini FTZ, tetapi tetap wilayah Republik Indonesia. Daerah ini sensitif. Karena itu penindakan harus tegas dan untuk kepentingan kita bersama," ujar Amran di kediamannya, Selasa, 25 November 2025.
Amran menegaskan pemerintah sedang mendorong program swasembada pangan secara nasional.
Masuknya beras ilegal dianggap berpotensi merusak motivasi petani dan mengganggu stabilitas produksi dalam negeri.
Ia menuturkan telah berkoordinasi dengan Wali Kota Batam, Gubernur Kepulauan Riau, Kapolda, hingga Pangdam untuk penanganan berkelanjutan.
"Ini kepentingan masyarakat Indonesia, masyarakat Kepri, Batam, Aceh. Tahun depan kita harap ada solusi permanen menuju swasembada," katanya.
Selain beras, Amran juga menyoroti masuknya minyak goreng selundupan, padahal Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar keempat di dunia.
"Kita produsen terbesar dunia, tetapi kenapa minyak goreng ilegal bisa masuk? Ini perhatian kita semua," ujarnya.
Amran memastikan pemerintah akan menindak tegas jalur-jalur tikus di sekitaran FTZ Batam yang diduga dimanfaatkan untuk pemasukan barang ilegal.
"Kebijakan nasional harus diikuti seluruh Indonesia," tegasnya.
Kementerian Pertanian menyebut temuan beras ilegal ini merupakan bagian dari rangkaian pengawasan yang diperketat dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, pemerintah juga menggagalkan impor ilegal 250 ton beras asal Thailand di FTZ Sabang.
Beras tersebut diketahui masuk tanpa persetujuan impor (PI) dari Mentan.
Gudang penyimpanan milik PT Multazam Sabang Group pun telah disegel aparat.
Menurut Amran, yang menjadi fokus pemerintah bukan semata jumlah komoditas yang diselundupkan, tetapi dampaknya terhadap petani dan kedaulatan pangan nasional.
"Bukan nilai 40 tonnya. Yang harus kita jaga adalah semangat 115 juta petani kita. Jangan sampai motivasi mereka rusak karena beras ilegal," ujarnya.
Pemerintah memastikan penanganan kasus ini tidak berhenti pada penyitaan.
Investigasi lanjutan akan dilakukan bersama aparat penegak hukum untuk mengurai jaringan pelaku penyelundupan pangan.*
(bb/ad)
TAPTENG Penanganan pascabencana di Sumatera Utara (Sumut) terus dikebut. Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong komitme
PEMERINTAHAN
PADANGSIDIMPUAN Jajaran Polres Padangsidimpuan mengikuti kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) perkembangan Situasi Keamanan dan Ketertib
NASIONAL
DENPASAR Personel Polda Bali yang tergabung dalam Satgas Preventif Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung2026 melaksanakan patroli dialog
NASIONAL
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12 Jusuf Kalla (JK) menyampaikan kesedihan mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah
POLITIK
DENPASAR Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung resmi ditutup total mulai 1 Maret 2026. Penutupan ini merupakan tindak lanjut kebijakan Ke
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa impor produk pertanian senilai USD4,5 miliar atau setara Rp75 triliun dari Amerika Serikat
EKONOMI
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai niat Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi fasilitator konflik antara Amerika
POLITIK
BANDA ACEH Sebanyak 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke83/WPS resmi menyelesaikan tugas Pen
NASIONAL
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan seluruh pengungsi yang ma
NASIONAL
ISFAHAN, IRAN Ribuan warga memadati Lapangan NaqsheJahan di kota bersejarah Isfahan, Minggu (1/3/2026), untuk memberikan penghormatan
INTERNASIONAL