JAKARTA- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa arah pembangunan pangan dan kesehatan Indonesia, khususnya sektor gizi, harus dirancang secara lebih komprehensif.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Pra-WNPG XII yang digelar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) pada Jumat, 28 November 2025.
"Beberapa isu dan tantangan yang terjadi mengindikasikan perlunya intervensi dan tata kelola berkelanjutan untuk mentransformasi sistem pangan dan gizi di Indonesia," kata Rachmat.
Ia menekankan bahwa pembangunan pangan dan kesehatan harus peka terhadap dinamika ancaman global, mulai dari perubahan iklim, transisi demografi, konflik geopolitik, hingga percepatan inovasi teknologi kesehatan.
Ancaman Kerawanan Pangan dan Triple Burden Masih Menghantui
Hingga 2025, tercatat 81 kabupaten/kota masih berada dalam kategori rawan pangan.
Kondisi ini diperparah triple planetary crisis perubahan iklim, kehilangan biodiversitas, serta polusi dan degradasi lingkungan.
Indonesia juga menghadapi triple burden of malnutrition. Data Survei Status Gizi Indonesia 2024 mencatat: