BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

Harga Sembako di Nias Selatan Melonjak Tajam Akibat Banjir Bandang Sumut: Beras Langka, Cabai Sentuh Rp150 Ribu Per Kilo!

Rindu Halawa - Kamis, 04 Desember 2025 10:29 WIB
Harga Sembako di Nias Selatan Melonjak Tajam Akibat Banjir Bandang Sumut: Beras Langka, Cabai Sentuh Rp150 Ribu Per Kilo!
Salah satu kedai mie milik ama yove laia yang mengeluh akibat meroketnya sejumlah harga Bahan Bahan pokok di Nias selatan Kamis (4/12).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NIAS SELATAN — Dampak banjir bandang yang melanda Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Utara (Taput), dan Kota Sibolga terus meluas.

Selain menelan ratusan korban jiwa, bencana ini memutus infrastruktur vital termasuk jalur transportasi dan jaringan komunikasi hingga ke wilayah Nias Selatan.

Sudah delapan hari layanan Wi-Fi rumah tangga di sejumlah kawasan Nias Selatan tidak berfungsi.

Baca Juga:

Meskipun jaringan data seluler mulai pulih dua hari terakhir, kualitasnya masih sangat terbatas dan sering mengalami gangguan.

Kondisi tersebut menyulitkan warga untuk berkomunikasi, bekerja, hingga mengakses layanan darurat.

Bitvonline.com memantau langsung situasi di lapangan pada Kamis, 4 Desember 2025. S

ejumlah bahan pokok mengalami lonjakan harga signifikan. Cabai rawit naik menjadi Rp135.000 hingga Rp150.000 per kilogram dari harga normal sekitar Rp60.000.

Harga telur juga melambung dari Rp55.000 menjadi Rp95.000 per papan. Gas elpiji ukuran kecil yang biasa dijual Rp20.000 kini mencapai Rp30.000.

Beras, sebagai kebutuhan pokok utama, bahkan menjadi barang langka. Sejumlah toko dan kedai sembako memilih menutup usaha karena tidak memiliki lagi stok yang bisa dijual.

Ina Anton, 45 tahun, salah seorang pedagang yang ditemui Bitvonline.com, mengaku tidak berani membuka toko karena tidak memiliki persediaan beras.

"Kami takut diserbu pembeli tapi barangnya tidak ada. Kami sudah pesan dari Medan, tapi tidak bisa masuk karena jalan Tarutung–Sibolga masih putus. Jalan dari arah Padang Sidempuan ke Sibolga juga belum bisa dilewati kendaraan besar," ujarnya.

Kesulitan serupa dirasakan para pelaku usaha kecil. Ama Yove Laia, 35 tahun, pemilik warung mie, mengeluhkan lonjakan harga sembako yang membuat biaya operasional usahanya meningkat tajam.

Ia berharap pemerintah pusat mempercepat pemulihan infrastruktur dan akses komunikasi.

"Kami berharap kondisi segera pulih. Dan khusus untuk pemerintah Nias Selatan di bawah kepemimpinan Sokhiatulo Laia, kami harap ada operasi pasar dan pengawasan harga. Ada dugaan para penggalas dan pedagang sengaja menaikkan harga di luar kemampuan warga," katanya.

Lonjakan harga terjadi karena terputusnya akses logistik menuju kawasan pesisir barat Sumatera Utara dan Nias.

Hingga kini, jalur utama Tarutung–Sibolga dan Padang Sidempuan–Sibolga belum dapat dilalui kendaraan besar, sehingga distribusi pangan dan gas terhambat.

Pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk percepatan perbaikan akses dan pemulihan jaringan telekomunikasi.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Update Korban Banjir dan Longsor Aceh-Sumut-Sumbar, BNPB: 776 Orang Tewas, 564 Masih Hilang
Duka di Batang Toru: Tim SAR Gabungan Temukan Dua Jenazah, Pencarian Lain Masih Berlanjut
Airbus A-400M dan C-130 Hercules Bawa Harapan Baru bagi Korban Banjir di Sumatera, 24 Ton Bantuan Siap Didistribusikan
Pemkot Medan Klarifikasi Dana Rp 1,5 Triliun dari Bank Dunia: BWS yang Kelola
Bukit Kodok Jadi Ruang Kreatif, Bupati Fery Ajak Anak Muda Berkarya dan Peduli Sosial
RS Adam Malik Turunkan Tim Medis dan Bantuan Obat-obatan untuk Korban Banjir Sumut dan Aceh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru