BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Maret 2026

Pertalite Rp 80.000 per Liter, Warga Aceh Utara Terdampak Banjir Menjerit

Adelia Syafitri - Rabu, 10 Desember 2025 13:20 WIB
Pertalite Rp 80.000 per Liter, Warga Aceh Utara Terdampak Banjir Menjerit
Norman, salah seorang warga, mengatakan mereka terpaksa menempuh perjalanan kaki selama tiga jam ke Kamp Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, untuk mendapatkan BBM dan kebutuhan pangan. (Foto: Dok. Pemkab Bener Meriah)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH UTARA — Warga Desa Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, mengeluhkan tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) pasca-banjir yang melanda wilayah tersebut.

Pertalite kini dijual dengan harga mencapai Rp 80.000 per liter, jauh di atas harga normal, dan ketersediaannya sangat terbatas.

Norman, salah seorang warga, mengatakan mereka terpaksa menempuh perjalanan kaki selama tiga jam ke Kamp Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, untuk mendapatkan BBM dan kebutuhan pangan.

Baca Juga:

"Kami benar-benar terisolasi. Listrik masih padam. Jangan bilang listrik sudah menyala 100 persen di Bener Meriah, itu fitnah," tegas Norman, Rabu (10/12/2025).

Menurut Norman, satu-satunya titik pertemuan pedagang dan pembeli korban banjir berada di Kecamatan Permata, di mana harga Pertalite dijual Rp 35.000 per liter.

Sedangkan di perbatasan Aceh Utara, harga BBM sudah mencapai Rp 25.000 per liter, namun harus dipanggul berjerigen sejauh beberapa kilometer.

"Wajar saja mahal, karena mereka beli ke perbatasan Aceh Utara, kemudian dipanggul berjerigen-jerigen," tambahnya.

Norman berharap Presiden RI Prabowo Subianto dapat segera mengintruksikan kementerian terkait untuk melakukan pemulihan fasilitas vital, termasuk listrik dan sinyal komunikasi, agar kehidupan warga bisa kembali normal.

Banjir yang melanda Aceh pada awal Desember 2025 telah merendam 18 kabupaten/kota, dengan daerah terparah meliputi Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Kondisi ini memperparah akses logistik dan distribusi kebutuhan pokok, termasuk BBM.*

(k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kerja Sama Strategis MDLA-Merck: Perluas Akses Produk Kesehatan di Indonesia
Tabung LPG Diseberangkan dengan Pikul, Distribusi Energi Aceh Tetap Jalan
TNI Siaga Penuh di Sumatera, 30.864 Prajurit dan 70 Alutsista Diterjunkan
Malik Musa: Presiden Harus Tegas, Ultimatum Nasional untuk Penanganan Bencana Aceh
Musim Tanam Aman, Kuota Pupuk Bersubsidi Naik Jadi 9,5 Juta Ton
Inflasi di Medan Tembus 4,4 Persen, PMP Siap Bantu Pemko Kendalikan Harga Pangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru