BREAKING NEWS
Jumat, 27 Februari 2026

Dari Nikel hingga Sawit, AS Ingin Akses Mineral Strategis Indonesia: Perjanjian Ditargetkan Januari 2026

Raman Krisna - Jumat, 26 Desember 2025 21:39 WIB
Dari Nikel hingga Sawit, AS Ingin Akses Mineral Strategis Indonesia: Perjanjian Ditargetkan Januari 2026
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa permintaan Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses terhadap mineral kritis Indonesia telah memasuki tahap pembahasan implementasi.

Permintaan ini menjadi bagian dari perundingan perjanjian perdagangan kedua negara, yang ditargetkan rampung pada Januari 2026.

Baca Juga:
Perundingan ini direncanakan bertepatan dengan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump untuk menandatangani kesepakatan.

Selain itu, negosiasi juga melanjutkan joint statement sebelumnya yang menurunkan tarif resiprokal bagi Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

Mineral kritis merupakan komoditas strategis yang berperan penting bagi perekonomian nasional, pertahanan, dan keamanan negara.

Komoditas ini berisiko mengalami gangguan pasokan dan belum memiliki substitusi yang layak secara teknis maupun ekonomis.

Beberapa contoh mineral kritis Indonesia antara lain aluminium, nikel, litium, tembaga, dan logam tanah jarang. Ketentuan ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 296.K/MB.01/MEM.B/2023.

Menurut Airlangga, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah menjalin komunikasi dengan lembaga ekspor-impor AS.

Selain itu, sejumlah perusahaan AS mulai menjalin kontak langsung dengan perusahaan penyedia mineral kritis di Indonesia.

"Yang critical mineral sudah ada pembicaraan Danantara dengan badan ekspornya di Amerika dan juga ada perusahaan Amerika yang sudah berbicara dengan perusahaan critical mineral di Indonesia. Jadi itu akses terhadap critical mineral yang disediakan oleh pemerintah," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Pondok Indah Mal, Jumat (26/12).

Pemerintah membuka akses mineral kritis bagi AS melalui skema bisnis ke bisnis, sesuai dengan prinsip kerja sama perdagangan internasional.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KSJ Sambirejo Timur Konsisten Tebar Kepedulian, Edisi ke-204 Salurkan Sembako untuk Kaum Duafa
Lions Club Jakarta Gelar Rapat Reguler Bulanan, Evaluasi Program dan Rencana Kegiatan Kemanusiaan
TNI Paparkan Kronologi Demo Ricuh di Lhokseumawe, Sebut Ada Bendera GAM dan Satu Orang Bawa Pistol
Kemendikdasmen Relokasi Sekolah Terdampak Banjir Sumatra, Kelas Darurat Siap Digunakan Januari 2026
BPBD Sumut Catat Kerugian Bencana Alam Capai Rp18,48 Triliun
BMH Aceh Resmi Berganti Kepemimpinan, Teuku Ilyas Nahkodai Perwakilan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru