BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

Awal Tahun, Rupiah Dibuka Lemah ke Rp16.699/USD di Tengah Ketidakpastian Global

Raman Krisna - Jumat, 02 Januari 2026 09:47 WIB
Awal Tahun, Rupiah Dibuka Lemah ke Rp16.699/USD di Tengah Ketidakpastian Global
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dibuka melemah pada perdagangan awal tahun 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (2/1/2026) pukul 09.00 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp16.699 per USD, melemah 0,08% dari posisi penutupan sebelumnya.

Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga menunjukkan pergerakan variatif.

Baca Juga:

Yen Jepang menguat 0,07%, dolar Singapura naik 0,06%, dan baht Thailand bertambah 0,13%.

Sebaliknya, dolar Taiwan melemah 0,36%, dolar Hong Kong turun 0,08%, serta peso Filipina melemah 0,02%.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan ditutup di kisaran Rp16.680-Rp16.710 per USD hari ini.

Ia menyoroti dampak risalah rapat kebijakan Federal Reserve Desember yang memunculkan ketidakpastian di pasar global.

"Meski Fed menurunkan suku bunga seperempat poin persentase, risalah rapat menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan mengenai arah suku bunga di 2026. Hal ini membuat pasar sedikit berhati-hati," ujar Ibrahim.

Dari dalam negeri, tantangan ekonomi masih berat. Pemulihan daya beli masyarakat belum optimal, harga komoditas pangan dan energi masih tinggi, serta ketergantungan impor yang tinggi turut menekan stabilitas nilai tukar.

Menurut Ibrahim, kondisi ini membuat fundamental ekonomi Indonesia relatif lebih rentan dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara.

"Dengan tekanan eksternal dan volatilitas global, rupiah berada di bawah pengawasan ketat pelaku pasar. Investor perlu mencermati arah kebijakan moneter domestik dan global," tambahnya.

Seiring dengan pergerakan rupiah, pelaku pasar terus menanti kebijakan pemerintah dan BI untuk menjaga stabilitas ekonomi serta mengurangi risiko pelemahan lebih lanjut.*


(bi/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Awali 2026 di Zona Hijau, BEI Targetkan Masuk 10 Besar Bursa Dunia
Update Harga Emas Logam Mulia Antam Hari Ini: 1 Gram Rp 2,5 Juta
Energi Hijau dan Peluang Kerja: Menempatkan PLTN dalam Arus Utama Transisi Energi Nasional
Indonesia di Persimpangan Krisis dan Harapan
Tarif Listrik PLN Januari–Maret 2026 Tetap, Tidak Ada Kenaikan
Menkeu Purbaya Optimistis IHSG Bisa Tembus 10.000 pada Akhir 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru