BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

Menkeu Purbaya Tegaskan Direksi Baru BEI Harus Bersih dari Praktik Goreng-Menggoreng Saham

Adam - Jumat, 02 Januari 2026 13:33 WIB
Menkeu Purbaya Tegaskan Direksi Baru BEI Harus Bersih dari Praktik Goreng-Menggoreng Saham
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026). (foto: tangkapan layar yt Indonesia Stock Exchange (IDX))
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan terpilih pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Juni 2026 harus memiliki komitmen kuat untuk memberantas praktik goreng-menggoreng saham di pasar modal Indonesia.

"Pokoknya harus bisa mengerti pasar, mengembangkan basis investor retail dan institusi, dan yang paling penting, mereka punya komitmen untuk membersihkan pasar dari penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab," kata Purbaya seusai Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Menkeu juga menyinggung insentif bagi BEI yang dapat menunjukkan keberhasilan dalam menindak praktik manipulasi pasar.

Baca Juga:

"Mereka belum minta insentif. Kalau mereka mengerti insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang penggoreng saham yang ditangkap," jelas Purbaya.

Selain itu, Purbaya optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat ke level 10.000 pada tahun ini, seiring prediksi pertumbuhan ekonomi domestik mencapai 6 persen year on year (yoy).

"Fondasi ekonomi sudah membaik, kebijakan kita dengan BEI sinkron, seharusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat. Enam persen bukan mustahil dicapai tahun ini," tambahnya.

Masa jabatan direksi BEI periode 2022–2026 akan berakhir pada Juni 2026, sehingga proses pemilihan direksi baru akan segera dimulai sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK mensyaratkan calon direksi diajukan oleh kelompok minimal 10 Anggota Bursa (AB) dalam satu paket, dengan rekam transaksi gabungan sedikitnya 10 persen dari total frekuensi dan nilai perdagangan selama 12 bulan terakhir.

Direksi saat ini masih berpeluang maju kembali, antara lain Direktur Utama Iman Rachman, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sunandar, dan Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik.

Sementara tiga direksi lainnya telah menjabat dua periode sehingga tidak dapat dicalonkan kembali.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas pasar modal Indonesia, sekaligus memberikan sinyal positif bagi investor domestik dan internasional.*


Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Siap, BNPB Diminta Segera Ajukan Dana Pemulihan Bencana
Harga Minyak Dunia Menguat Tipis di Awal 2026, Tekanan Geopolitik Jadi Pemicu
Nuklir dan Masa Depan Pendidikan Sains Indonesia
Awal Tahun, Rupiah Dibuka Lemah ke Rp16.699/USD di Tengah Ketidakpastian Global
IHSG Awali 2026 di Zona Hijau, BEI Targetkan Masuk 10 Besar Bursa Dunia
Update Harga Emas Logam Mulia Antam Hari Ini: 1 Gram Rp 2,5 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru