BREAKING NEWS
Rabu, 25 Februari 2026

Strategi Baru ESDM: Produksi Batu Bara dan Nikel Disesuaikan, Bukan Diminimalkan

Adam - Senin, 05 Januari 2026 14:48 WIB
Strategi Baru ESDM: Produksi Batu Bara dan Nikel Disesuaikan, Bukan Diminimalkan
ilustrasi Tambang. (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa rencana pemangkasan produksi batu bara dan nikel pada 2026 tidak akan diberlakukan secara langsung.

Pemerintah lebih memilih skema penyesuaian melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang akan mengatur volume produksi sesuai dengan kebutuhan industri dalam negeri dan kondisi pasar global.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, serta melindungi keberlanjutan industri pengolahan dalam negeri, khususnya industri smelter.

Baca Juga:

Penyesuaian produksi juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya over supply yang dapat menekan harga komoditas dan merugikan industri serta penerimaan negara.

"Produksi batu bara dan nikel tidak akan dipangkas drastis, tetapi akan disesuaikan dengan kebutuhan industri domestik dan kapasitas pasar. Kami akan mengevaluasi setiap usulan RKAB perusahaan tambang dengan ketat untuk memastikan tidak ada kelebihan produksi," kata Yuliot di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Sementara itu, untuk komoditas nikel, pemerintah tetap berpegang pada kebijakan hilirisasi.

Artinya, produksi nikel harus memperhatikan kapasitas serapan industri pengolahan dalam negeri, di mana mineral wajib diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan lebih lanjut.

Yuliot menambahkan bahwa penyesuaian ini diharapkan dapat menjaga kesehatan industri tambang dan pengolahan, serta memastikan tingkat keuntungan perusahaan tetap optimal tanpa mengorbankan stabilitas pasar.

Dengan demikian, industri tambang dapat terus beroperasi secara berkelanjutan, sementara penerimaan negara tetap terjaga.

"Penyesuaian ini bertujuan untuk mengoptimalkan keuntungan perusahaan dan pada akhirnya meningkatkan penerimaan negara," ujar Yuliot. *

(dw/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pendidikan Bangkit Pasca Banjir, Mendikdasmen RI Hadiri Upacara Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang
12 Poin Penting Perubahan KUHAP Lama dan Baru
Sekda Aceh M. Nasir Pantau Langsung Aksi Gotong Royong ASN untuk Pemulihan Pendidikan
Sekolah di Sumut Mulai Revitalisasi: Bobby Nasution Dampingi Menteri Dikdasmen Resmikan Program 2025
Pencarian Anak Pelatih Valencia: Polisi Lanjutkan Operasi Hingga 7 Januari
Game Lucky Mole: Dapat Saldo DANA Gratis Hingga Rp245.000, Ini Cara Mainnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru