BREAKING NEWS
Selasa, 13 Januari 2026

IHSG Dibuka Menguat 0,44% di Level 8.975, Sentimen Global dan January Effect Jadi Pendorong

Adelia Syafitri - Senin, 12 Januari 2026 09:55 WIB
IHSG Dibuka Menguat 0,44% di Level 8.975, Sentimen Global dan January Effect Jadi Pendorong
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (12/1/2026).

Berdasarkan data IDX Mobile pukul 09.01 WIB, IHSG naik 0,44% atau 38,96 poin ke level 8.975,71.

Dari total saham yang diperdagangkan, 340 saham menguat, 168 melemah, dan 450 saham lainnya stagnan.

Baca Juga:

Volume perdagangan tercatat mencapai 2 miliar saham senilai Rp1,49 triliun.

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak penguatan IHSG pada awal perdagangan.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 1,53% ke Rp8.275, PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 1,45% ke Rp6.975, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) bertambah 1,47% ke Rp4.830.

Sementara itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga naik 1% ke Rp2.030.


Di sisi lain, sejumlah saham besar justru melemah.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,62% ke Rp8.075, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 0,27% ke Rp3.670, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 0,53% ke Rp9.425, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melemah 0,37% ke Rp6.700.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menilai penguatan IHSG dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik.

Dari sisi global, sinyal kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) memicu pelaku pasar melakukan unwinding carry trade, di mana investor yang meminjam yen murah untuk berinvestasi di pasar berkembang mulai menarik dananya.

Selain itu, reli harga komoditas, terutama tembaga, yang terdorong oleh permintaan teknologi AI dan kendaraan listrik, memberikan dorongan positif bagi saham-saham sektor barang baku dan energi.

Di sisi domestik, January Effect membuat manajer investasi melakukan reinvestasi portofolio di awal tahun.

Fenomena ini mendorong IHSG menembus level psikologis 9.000 secara intraday pekan lalu.

Bank Indonesia mencatatkan net inflow asing sebesar Rp1,44 triliun pada pekan pertama Januari 2026, yang menunjukkan kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Meski perdagangan pekan ini akan lebih singkat karena libur Isra' Mi'raj pada Jumat (16/1), analis optimistis IHSG masih berada di fase bullish.

Technical analyst Phintraco Sekuritas mencatat indikator Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought, sementara histogram MACD tetap positif, meski momentumnya mulai melemah.

IHSG diprediksi bergerak di kisaran support 8.800 dan resistance 9.000, cenderung berkonsolidasi di level 8.860–9.000 selama tidak menembus 9.000.

Disclaimer: Berita ini hanya bersifat informatif dan tidak menjadi ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.*


(bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp2,6 Juta per Gram, Buyback Naik Tipis
Presiden Prabowo Dorong Pengembangan Industri Semikonduktor untuk Perkuat Otomotif dan Elektronik Nasional
Pemkab Deli Serdang Perkuat Kepastian Hukum dan Pembinaan Peternak, Sekaligus Resmikan Sekolah Buddhis Pertama
Wagub Aceh Dampingi Mendagri Tito Karnavian Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang dan Bener Meriah
Warga Cipendawa Tolak Proyek Geotermal di Gunung Gede–Pangrango, Bisa “Mematikan” Pertanian dan Air Bersih
Ketua DPRD Padangsidimpuan Dorong Penguatan Koperasi Desa Merah Putih: Pemko Harus Serius!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru