BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

Pemprov Sumut Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Abyadi Siregar - Kamis, 22 Januari 2026 15:05 WIB
Pemprov Sumut Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut Timur Tumanggor, Rabu (21/1/2026) dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan harga bahan pokok tetap stabil menjelang bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.

Langkah ini dilakukan melalui program Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop), seiring kondisi stok pangan Sumut yang saat ini berada pada posisi surplus.

"Stok pangan kita sekarang surplus. Menjelang Ramadan hingga Idulfitri nanti, kita pastikan harga bahan pokok tetap terjaga dan tidak terlalu naik," kata Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut Timur Tumanggor, Rabu (21/1/2026) dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut.

Baca Juga:

Sepanjang 2025, Sumut mencatat surplus beras lebih dari 2,2 juta ton, sementara kebutuhan masyarakat sekitar 1,7 juta ton per tahun, sehingga tersisa sekitar 501 ribu ton untuk penyuplai provinsi lain.

Komoditas lain seperti cabai merah 134 ribu ton, cabai rawit 65 ribu ton, dan jagung 135 ribu ton juga mengalami surplus, meski harga cabai merah berpotensi fluktuatif karena sebagian dijual ke luar provinsi dengan harga lebih tinggi.

"Untuk cabai merah kadang fluktuatif karena sebagian dijual ke provinsi lain, makanya kita lakukan intervensi agar stok dan harga terkendali," ujar Timur.

Pemprov Sumut juga mengembangkan kawasan unggulan padi di Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Asahan, serta kawasan cabai merah di Karo dan Batu Bara, termasuk intervensi pada alsintan, pupuk, dan bibit.

Selain menjaga produksi, pemerintah sigap melakukan pemulihan lahan pascabencana.

Berdasarkan data, terdapat 31.123 hektare lahan terdampak bencana, dengan rincian rusak ringan 22.063 ha, rusak sedang 4.500 ha, dan rusak berat 4.560 ha.

"Kecamatan Tukka, Sibolga misalnya ada 94 hektare yang rusak, langsung kita intervensi. Pemulihan lahan ditanggung oleh Kementan, provinsi, dan kabupaten/kota," terang Timur.

Kepala Bappelitbang Sumut Dikky Anugrah menambahkan, melalui program Jaskop sepanjang 2025, Pemprov telah membangun 10 unit Solar Dryer Dome (SDD) dan 10 gudang penyimpanan cabai di Batu Bara dan Karo.

Kapasitas SDD mampu menampung hingga 2 ton cabai merah, mengurangi kehilangan pascapanen hingga 20% dan meningkatkan pendapatan petani sampai 22%.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
46 Negara Hadir dalam ASEAN Plus Cadet Sail 2026 yang Digelar di Sumut, Pemprov Manfaatkan untuk Promosi Budaya dan Pariwisata
BI Serahkan Instore Dryer Bawang Merah di Karo, Bupati Antonius Ginting: Pascapanen Jadi Kunci Stabilitas Harga
F-PDIP DPRD Sumut: Hak Pegawai Perusahaan yang Dicabut Izin Harus Tetap Terjamin
Jembatan Armco Pertama di Tapteng Rampung, Akses Hutanabolon–Sigiring-giring Mulai Terbuka
Rakor Pangan Bali: Strategi TNI dan Bulog Genjot Swasembada Nasional 2026
Kades Sampali Diperiksa Polda Sumut Terkait Sengketa Lahan Proyek TPS3R, Rp329 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru